KGI-MINING KAMI MENGERTI NILAI HIDUP , PENYEDIA DOLOMIT DAN KISRIT GO GREEN

Selasa, 08 November 2016

Aktivitas penambangan

KATA PENGANTAR ¬::ataæx'ata.exæ 7-. 7J Alhamdulillah segala puji syukur kepada ALLAH SWT, atas segala rahmad dan hidayah- Nya serta karunia-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikanpenyusunan makalah ini. Sholawat dan salamsemoga tercurahkan atas RasulallahNabi Muhammad SAW, keluarga para sahabat dan pengikutnya yang setia hingga akhir Zaman. Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini kami akui masih banyak banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesenmpurnaan makalah ini. Semoga segala kebaikan yang diterima menjadi berkat tersendiri bagi penulis,sehingga menjadi bekal yang sangat bermanfaat dikehidupan penulis nantinya. Akhir kata apa yang telah penulis lakukan dapat bermanfaat bagi seluruhpembaca dan pihak-pihak yang membutuhkan, kritik dan saran yang membangunpenulis terima untuk menyempurnakan dimasa mendatang. Tuban, 8 Maret 2013 penyusun 2 DAFTAR I SI J UDULHALAMAN KATAPENGANTAR……………………………………………………………………….1 DAFTAR I SI………………………………………………………………………………...2 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang…………………………………………………………………….3 I.2 Tujuan Penulisan…………………………………………………………………..3 I.3 Rumusan Masalah…………………………………………………………………4 BAB IIPEMBAHASAN II.1Pertambangan Batu Kapur………………………………………………………….5 a.Perkembangan Pertambangan Batu Kapur……………………………………..5 b.Proses Pertambangan Batu Kapur ……………………………………………..5 c.Pemasaran Hasil Pertambangan ……………………………………………….6 II.2Pengaruh Terhadap Lingkungan …………………………………………… ……..6 PENUTUP A.Kesimpulan ……………………………………………………………………….7 B.Saran……………………………………………………………………………..7 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………….8 3 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusiasebagaimakhlukhidupberinteraksidenganlingkunganalam sekitarnya.Dalam interaksinyatersebut,manusiadapatmempengaruhilingkungandanmengusahakan sumberdaya alam untuk mempertahankan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengusahaan terhadap sumber daya alamini tidak terlepas dari kemampuan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan alamberlimpah dituntut untuk dapat mengolah dan memanfaatkansumberdayaalam tersebut.Pemanfaatanterhadapsumberdayaalam jikadiimbangi dengan kemampuan dan pengetahuan, akan mendapatkan hasil yang optimal sehingga dapat mendukung pelaksanaan programpembangunan. Sebagaimana kita ketahui bahwa sumber daya alammerupakan salah satu modal dasar dalampelaksanaan pembangunan. Dengan modal dasar ini pertumbuhan ekonomi dapat lebih merata di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunansuatudaerahakanselalumemanfaatkanpotensisumberdayaalam yangada. Namunkebijaksanaandalampemanfaatan sumber-sumber alaminiharusmemperhitungkanpulasegi- segipembangunandaerahyanglainnya.Dengandemikianmakapemanfaatansumber-sumberalam diarahkan guna lebih mendorong perkembangandan pertumbuhan masing-masing daerah dengan tetap berpegang teguh pada tujuan untuk membina tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan sosial ekonomi yang bulat Salahsatuupayauntukmelakukanpembangunandaerahdenganmemanfaatkansumberdaya alamadalah kegiatan pertambangan. Pertambangan merupakan salah satuu paya pengembangan sumber dayaalam yangpotensialuntukdimanfaatkansecarahematdanoptimalbagikepentingandan kemakmuranrakyat,melaluiserangkaiankegiataneksplorasi,pengusahaan,danpemanfaatanhasil tambang. Upaya tersebut bertumpu pada pendayagunaan berbagai sumber daya, terutama sumber daya alam,didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kemampuan manajemen (Ruchiyat, 1980: 162). I.2 Tujuan Penulisan Seperti apa yang telah kita ketahuiTujuan dari Penulisanmakalah ini adalah untuk mengetahui dan mamahami makna Tentang Pertambangan Batu Kapuryang ada di kehidupan kita agar kita dapat memahami betul apa itu Dampak Negatif/Positif Pertambangan batu kapur yangjuga bertujuan untuk memahami Pembahasan tentang pertambangan batu kapur. Haltersebutdisebabkanpenulisansejarahbukanlahsekedarmemaparkanfakta-faktayang didapat, tetapi untuk lebihjauhnya bermaksudmendapatkan pelajaran dari nilai-nilai yang terkandung dalamperistiwa masa lampau. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalammakalah ini adalah : 1.Menjelaskan sejarah awal perkembangan penambangan batu kapur di Desa Citatah yaitu ketika masih menggunakanalat-alatmanualyangsederhanadanprosesketerlibatanmasyarakatsetempatdalam kegiatan pertambangan. 2.MenjelaskantentangperkembanganpenambanganbatukapurdiDesaCitatahKabupatenBandung tahun 1974-1997 ditinjau dari jumlah pengusaha, modal, jumlah tenaga kerja, pemasaran dan lain-lain. 3.MenjelaskantentangkehidupansosialekonomimasyarakatDesaCitatahtahun1974-1997yang meliputi jumlah pendapatan, tingkat kesejahteraan, perubahan sosial, mobilitas sosial, interaksi sosial dan etos kerja serta gaya hidup masyarakat Desa Citatah sebagai masyarakat pertambangan. 4.Memperkaya penulisan tentang sejarah lokal serta mendokumentasikan peristiwa pada tingkat lokal. 5.Memperkayatulisankaryailmiahyangmengkajitentangkehidupanekonomidansosialbudaya masyarakat pertambangan. penulisan makalah ini juga untuk memenuhi tugas dari bapak guru di sekolah 4 I.3 Rumusan Masalah PermasalahanpokokyangakandibahasdalamMakalahiniadalah“Bagaimanakahpengaruh perkembanganpenambanganbatukapurterhadapkehidupansosialekonomimasyarakatDesa Citatah tahun1974-1997?”.Untuklebihmemusatkanperhatianpadapermasalahandiatas,rumusanmasalah tersebut dijabarkan dalambeberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1. Bagaimanakah gambaran umumkeadaan penambangan batu kapur sebelumtahun 1974? 2.Bagaimanakah perkembanganpenambangan batukapurdi Desa Citatah KabupatenBandungtahun 1974-1997? 3. Bagaimanakah kehidupan ekonomi masyarakat Desa Citatah Kabupaten Bandung tahun 1974-1997? 4. Bagaimanakah kehidupan sosial masyarakat Desa Citatah Kabupaten Bandung tahun 1974-1997? 5 BAB I I PEMBAHASAN I I.1 Pertambangan Batu Kapur Penambangan Batu Kapur Pegunungan kapur merupakan gejala khas di daerah. Daerah kapur ini tersusundaribatuankapur(limestone)denganmineralpenyusunutamanyaadalahkalsiumkarbonat (CaCO3). Batuan kapur tergolong batuan sedimen yang dalampembentukannya dipengaruhi oleh peranan organisme. Organisme yang dimaksud adalah organisme laut, yakni binatang karang. Dengan demikian daerah kapur itu sebelumnya merupakan laut. Daerah kapur sebagai batuan sedimen, biasanya kaya akan fosil. Di pulau Jawa, khusunya di J awa Timur, dikelompokkan menjadi tiga rangkaian pegunungan kapur. PegunungankapurtersebutadalahpegununganKapurUtara,pegununganKapurTengahyangsering disebut pegunungan Kendeng, dan pegunungan Kidul (pegunungan Kapur Selatan). MenurutUndang-undangNomor11Tahun1976tentangPertambangan,batukapursebagai bahan galian termasuk dalambahan galian golongan C. Berdasarkan yang mengusahakan penambangan batuan kapur inidiusahakan oleh rakyat. Dalammelakukan penambangankapur, masyarakat setempat bekerjasecaraberkelompokantaratigasampaisepuluhorang.Peralatanyangdigunakannyahanya peralatan-peralatansederhana,yaknicangkul,ganco,linggis,danbeberapaperalatanbantulainnya. Biasanyamerekabekerjamulaidari pagi, sekitarpukul8.00sampai senjahari(sekitarpukul 17.00). Walau dengan menggunakan alat sederhana dan seadanya, namun mereka mampu dan berani merobohkan batuan kapur yang terjal nan kokoh ini. Pelan tetapi pasti, bukit kapur berketinggian lebih dari 750mdi atas permukaan laut ini roboh dan hancur. Apakah ada dampak ekologis? J elas ada tentunya. Solumtanah yang relatif tipis (5cm-10cm) akan semakin mudah terkoyak dan yang tersisa adalah pemandangan yang gersang. Belumlagi dampak runtuhnya batuan kapur pada areal pertambangan. Sebenarnya yang mereka cari adalah bongkahan-bongkahan batu kapur yang biasanya untuk pondasi bangunan atau untuk pengeras jalan,disampingkalau kualitas kapurnya bagusbiasanyaakanmenjadi bahanmentahdalamindustri gamping Citatah merupakan salah satu daerah di Kabupaten Bandung yang memiliki potensi sumber daya alamberupa gunung kapur. Kekayaan alamitu dijadikan sebagai sumber bahan galian pertambangan batu kapur. Kegiatan pertambangan tersebut telah dilakukan sejak abad ke-19, ketika Indonesia masih dikuasai oleh Belanda. Proses penambangan dilakukan dengan menggunakan alat-alat manual karena terbatasnya alat atau teknologiyang ada pada waktu itu. Dalamperkembangan berikutnya, kegiatan penambangan batukapursemakinmeningkatseiringdenganbermunculannyapabrikkapuryangdidirikanoleh pengusaha-pengusahaCina,masyarakatDesaCitatahmenyebutpabrikkapurdengansebutanLio. Semakin banyak jumlah pabrik yang berdiri menyebabkan semakin meningkatnya kegiatan penambangan batukapur.Hal itujuga berpengaruh terhadap semakinbanyaknyamasyarakat setempatyangterlibat dalamkegiatan pertambangan tersebut tidak hanya sebagai buruh tetapi juga pengusaha. Pekerjaan dalam sektorpertambangandijadikansebagaipenopangkebutuhanhidupolehsebagianbesarmasyarakat. Sehinggakegiatanpertambanganmemberikanpengaruhdalamkehidupansosialekonomimasyarakat Desa Citatah. a. Perkembangan Pertambangan Batu Kapur di Citatah PenambanganbatukapurdiCitatahmengalamipasangsurutdalam perkembangannya. Kegiataninimerupakanpemanfaatanterhadapsumberdayaalamyangtersedia,dalamprosesnya sangat dipengaruhi oleh jumlah sumber daya alam tersebut. Salah satu faktor dari luar yang sangat mempengaruhi perkembangan penambangan batu kapur ini adalah teknologi yang digunakan. Sebelum tahun 1974 proses penambangan batu kapur ini masih menggunakan teknologi yang sangat sederhana, sehingga jumlah produksi yang dihasilkanpun masih terbatas. Pada masa Orde Baru sekitar tahun 1974 ketikapemerintahansedanggencarmenjalankanpembangunanindustrialisasi,mulaimenggunakan mesin-mesin sebagai teknologi baru seperti mesin bor dan alat ledak. b. Proses Pertambangan Batu Kapur 6 Prosespenambangandenganmenggunakanteknologi-teknologibaru,menyebabkan penambangan batu kapur mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan tersebut dapat dilihat dari semakin banyaknya jumlah pengusaha dan jumlah batu kapur yang dihasilkan, sehingga berpengaruh terhadap jumlah pabrik pengolahan batu kapur yang semakinbanyak.Selainituhasil produksi pun mengalami peningkatan baik dari segi jumlah maupun jenis-jenis batu yang dihasilkan. Pada awalnya batu kapur yang dihasilkan dari wilayah tambang Citatah adalah jenis batu kambuy yang bisa diolah menjadi kapur sirih atau kapur tohor untuk bahan bangunan. Namun kemudian batu kapur yangdihasilkantidakhanyajeniskambuytetapijugabatuporslenyangdapatdigunakansebagai bahan pembuat marmer dan tepung. J enis baru dari batu kapur yang ditemukan ini telah mendorong masuknya berbagai industri baru yaitu industri marmer dan industri tepung. Munculnya industri-industri baru ini telah membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat semakin lebar. Bagi mereka yang tidak terlibat secara langsung dalamproses penambangan, mempunyai harapan untukhidup lebih baik dengan adanya industri pengolahan batu kapur karena lahan pertanian yangsebagianbesarberupategalansudahsemakinmenyempitakibatmeningkatnyakegiatan penambanganbatu kapur.Selainituadanyakegiatanpenambangandanindustripengolahannyatelah membukapeluanguntukmenciptakanusaha-usahabarubagimasyarakatsetempat.Sehinggaadanya kegiatan penambangan batu kapur ini telahmerubah sebagian besar mata pencaharianmasyarakat dari pertanian kesektor pertambangan dan industri. c. Pemasaran Hasil Pertambangan Dalamproses pemasaran, hasil penambangan dari Citatah ini dapat disalurkan dengan mudah karenabanyaknyaindustri-industripengolahanbatukapuryangberdiridisekitarwilayahDesa Citatah. Banyaknya industri yang didirikan di sekitar Desa Citatah ini karena didukungoleh sarana transportasi yang memadai sehingga proses pemasaran hasil produksi dapat dilakukan dengan mudah. Desa Citatah merupakan daerah yang dilalui oleh jalan untuk menghubungkan antara kota Bandung sebagai ibu kota Propinsi J awa Barat dengan J akarta sebagai pusat ibu kota. Kondisi tersebut dapat memudahkan akses perdaganganinternasional,sehinggajangkauanpasar lebihluasdanharga juga dapat bersaing lebih tinggi. I I.2Pengaruh Terhadap lingkungan Keberadaanpenambanganbatukapurinitelahmemberikanpengaruhyangcukupbesarbaik terhadapperubahanlingkunganfisikmaupunkehidupansosialekonomimasyarakatDesaCitatah. Perubahandalamlingkunganfisikdapatdilihatdarikondisigunung-gunungkapuryanggunduldan semakin habis karena dieksploitasi secara terus menerus. Kondisi ini menimbulkan berbagai pencemaran lingkunganyangmengganggumasyarakat.Meskipundisatusisikegiatanpenambanganinitelah menimbulkangangguanterhadaplingkungan,namundisisilainkegiataninitelahmemberikansuatu perubahandalamkehidupanekonomimasyarakat DesaCitatah. Perubahanekonomidapatdilihatdari berbagaiaspeksalahsatunyayaitutingkatkesejahteraanmasyarakatyangmeningkatdengan terpenuhinya kebutuhan hidup. Perubahandalam lingkunganfisikjugaberpengaruhterhadapkehidupansocialmasyarakat. Perubahan tersebut dapat dilihat dari bertambahnya golongan baru dalammasyarakat yang muncul sejak penambangan batu kapur dijadikan sebagai mata pencaharian utama masyarakat. Kedudukan seseorang dalammasyarakat tidak lagiditentukan olehluas tanahyangdimiliki tetapi berdasarkan pada luasnya gunung kapur yang dimiliki. Pekerjaan tidak lagi ditentukan oleh musim sehingga setiap waktu dituntut untuk memiliki etos kerja yang tinggi. Sehingga hal tersebut menyebabkan interaksi sosial yang terjadi menjadi renggang karena sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Selain itu, dalamkehidupan sosial masyarakat Desa Citatah juga terjadi pergeseran dalam peran anggota keluarga serta dalamkehidupan beragama. 7 BABII I PENUTUP I II .1 Kesimpulan MenurutUndang-undangNomor11Tahun1976tentangPertambangan,batukapursebagaibahan galian termasuk dalambahan galian golongan C. Berdasarkan yang mengusahakan penambangan batuan kapur ini diusahakan oleh rakyat. Dalammelakukan penambangan kapur, masyarakat setempat bekerja secaraberkelompokantaratigasampaisepuluhorang.Peralatanyangdigunakannyahanyaperalatan- peralatansederhana,yaknicangkul,ganco,linggis,danbeberapaperalatanbantulainnya.Biasanya mereka bekerja mulai dari pagi, sekitar pukul 8.00 sampai senja hari (sekitar pukul 17.00). Walau dengan menggunakan alat sederhana dan seadanya, namun mereka mampu dan berani merobohkan batuan kapur yang terjal nan kokoh ini. Pelan tetapi pasti, bukit kapur berketinggian lebih dari 750m di atas permukaan laut ini roboh dan hancur. Apakah ada dampak ekologis? J elas ada tentunya. Solum tanah yang relatif tipis (5cm-10cm)akan semakinmudahterkoyakdanyangtersisa adalahpemandanganyanggersang. Belumlagidampakruntuhnyabatuankapurpadaarealpertambangan.Sebenarnyayangmerekacari adalah bongkahan-bongkahan batukapuryang biasanyauntukpondasibangunanatauuntuk pengeras jalan,disampingkalau kualitas kapurnya bagusbiasanyaakanmenjadi bahanmentahdalamindustri gamping Daripembahasanyangtelahdiuraikan,dapatditarikkesimpulanbahwaPertambanganBatukapur membawakehidupanekonomiyanglebih baik bagi masyarakatCitatahkabupatenbandungmeskipun disinilaindapat menimbulkan berbagai macampencemaranlingkunganyangmengganggu masyarakat. Perubahandalamlingkunganfisikdapatdilihatdarikondisigunung-gunungkapuryanggunduldan semakin habis karena dieksploitasi secara terus menerus. I II .2 Saran Setelah membaca makalah ini, diharapkan para pembaca dapat memahami dan mengerti akan isi dan maksud dari judul tersebut diatas. Para pembaca bisa mendapatkkan pelajaran serta dapat menambah wawasan mengenai “ Pertambangan Batu Kapur ” 8 BAB I V DAFTAR PUSTAKA http://waterforgeo.blogspot.com/2011/02/penambangan-batu-kapur.html repository.upi.edu/operator/.../s_b025_034129_chapter1.pd. www.google.co.di

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger