KGI-MINING KAMI MENGERTI NILAI HIDUP , PENYEDIA DOLOMIT DAN KISRIT GO GREEN

Jumat, 27 Desember 2024

keadilan

 Upaya hukum merupakan upaya yang diberikan oleh undang-undang kepada seseorang atau badan hukum untuk hal tertentu untuk melawan putusan hakim sebagai tempat bagi pihak-pihak yang tidak puas dengan putusan hakim yang dianggap tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, tidak memenuhi rasa keadilan, karena hakim juga ...

Upaya

 Upaya

Flexing

 

Postingan

https://palmhillcare.blogspot.com/

Minggu, 07 Januari 2024

Crs

 1. PT Aneka Tambang TBK (ANTM) PT Aneka Tambang TBK (ANTM) merupakan salah satu pemain utama dalam industri nikel Indonesia. Perusahaan ini tidak hanya bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi nikel, tetapi juga berkolaborasi dengan PT Industri Baterai Indonesia, LG Energy Solution, dan Contemporary Amperex Technology Co. Limited untuk menyuplai bahan baku baterai kendaraan listrik. Laba bersih ANTM pada tahun 2021 mencapai Rp1,8 triliun, menunjukkan kontribusi signifikan dalam ekonomi nasional. 2. PT Vale Indonesia TBK (INCO) PT Vale Indonesia TBK (INCO) memegang peranan penting sebagai produsen nikel matte dengan pendapatan mencapai Rp8,3 triliun. Pada tahun 2021, INCO mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 38 persen dibandingkan dengan semester pertama tahun sebelumnya. Wilayah pertambangan INCO tersebar di beberapa lokasi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Timur. BACA JUGA BPS Wanti-wanti Harga Komoditas Batu Bara, CPO, Nikel Turun Upaya Wapres Ma'ruf Rayu China Teken Investasi Halal dan Nikel Cadangan Nikel RI Disebut Habis 6 Tahun Lagi, Ini Kata ESDM 3. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) bergerak di bidang pertambangan, pengolahan mineral, dan perdagangan hasil tambang. Meskipun mengalami kerugian pada kuartal pertama tahun 2023, DKFT sebelumnya berhasil mencatat laba hingga Rp6,93 miliar pada kuartal pertama tahun 2022. Perusahaan ini memainkan peran penting dalam penyediaan bijih nikel dan feronikel di Sulawesi Tengah. 4. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) PT Ifishdeco Tbk (IFSH) fokus pada pertambangan bijih mentah nikel di Sulawesi Tenggara. Meskipun mencatat laba bersih sebesar Rp20,4 miliar pada awal tahun 2023, prestasinya turun dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2022 yang mencapai Rp36,6 miliar. Aktivitas eksplorasi, pengembangan, dan penjualan nikel menjadi andalan IFSH. 5. PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) terus menjadi incaran investor dengan ekspansi produksi nikel di Sulawesi Tenggara. Dengan target produksi mencapai 600 ribu ton pada tahun 2023, KKGI juga berencana meningkatkan produksi dan distribusi tambang batu bara sesuai dengan permintaan pasar. 6. PT Bintang Delapan Mineral PT Bintang Delapan Mineral, bagian dari Bintang Delapan Group, memiliki konsesi luas di Morowali, Sulawesi Tengah. Dengan fasilitas pemurnian atau smelter nikel, perusahaan ini memainkan peran kunci dalam penyediaan nikel di wilayah tersebut. 7. PT Trimegah Bangun Persada (Harita Group) PT Trimegah Bangun Persada, bagian dari Harita Group, menonjol di Kawasi, Maluku Utara, Halmahera Selatan. Melalui anak usahanya, Halmahera Persada Lygend, perusahaan ini memiliki pabrik nikel sulfat terbesar di dunia di Pulau Obi, dengan kapasitas produksi mencapai 240 ribu ton per tahun. Perusahaan-perusahaan ini tidak hanya menjadi pemain utama dalam industri nikel Indonesia, tetapi juga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik secara global. Dengan potensi tambang yang tersebar di berbagai wilayah, mereka menjadi tulang punggung ekonomi nasional dan memainkan peran strategis dalam pendorong industri berkelanjutan.


Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "7 Perusahaan Nikel Terbesar di Indonesia", Klik selengkapnya di sini: https://ekonomi.bisnis.com/read/20231115/44/1714065/7-perusahaan-nikel-terbesar-di-indonesia.
Penulis : Rendi Mahendra - Bisnis.com
kalau tulisan dicopy ya jangan disisipkan gambar


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:

Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Senin, 14 November 2016

Bunga pinjaman

Suku Bunga Dasar Kredit Sesuai dengan hasil rat tahun ini maka suku bunga kredit baik untuk infestasi maupun konsumtif adalah sebesar 8% flat selama satu tahun dengan jaminan adalah modal yang dimiliki anggota di Koperasi

Diskon

Diskon diberikan pada anggota maupun bukan anggota yang memakai produk dolomit maupun kiserit koperasi sesuai dengan ketetapan Ketua Koperasi Gading Perkasa Indonesia

Koreksi laporan

KOREKSI LAPORAN
Koreksi laporan dilakukan terhadap semua laporan yang dianggap terjadi kesalahan pada semua kegiatan terutama penghitungan pajak perorangan anggota
CARA MENGHITUNG PAJAK
1. Norma Penghitungan Penghasilan Neto
2. Pembukuan Formulasi: Peredaran bruto usaha setahun (x) norma (persentase) (=) Penghasilan neto usaha setahun (-) PTKP setahun (=) PKP setahun Pajak penghasilan terutang setahun Contoh: Amir status kawin dengan 2 anak kandung mempunyai usaha bengkel dengan omzet setahun 800 juta. Biaya operasi bengkel setahun 200 juta. Norma untuk usaha bengkel ditetapkan 20% Hitung pajak penghasilan terutang setahun Amir Jawab: Peredaran bruto bengkel setahun 800.000.000 (x) Norma 20% (=) Penghasilan neto setahun 160.000.000 (-) PTKP setahun (K/2) (16.800.000) (=) PKP setahun 143.200.000 PPh terutang setahun 22.050.000 Jawab: tahun 2006 Peredaran bruto usaha setahun 876.000.000 (-) Biaya usaha (576.000.000) (=) penghasilan neto setahun 300.000.000 (-) PTKP setahun (TK/1) (14.400.000) (=) PKP setahun 285.600.000 PPh terutang setahun 66.210.000 tahun 2007 Peredaran bruto usaha setahun 876.000.000 (x) Norma (40%) 40% (=) penghasilan neto setahun 350.400.000 (-) PTKP setahun (TK/1) (14.400.000) PKP setahun 336.000.000 PPh terutang setahun 83.850.000 Peredaran bruto setahun 599.000.000 (x) Norma 35% (=) penghasilan neto 209.650.000 (-) PTKP setahun (K/1) (15.600.000) (=) PKP setahun 194.050.000 PPh terutang setahun 34.762.500 penghasilan neto Prakoso 173.280.000 penghasilan neto istri prakoso 162.900.000 Total penghasilan neto setahun 336.180.000 (-) PTKP setahun (K/I/2) (30.000.000) (=) PKP setahun 306.180.000 PPh terutang setahun 73.413.000 PPh terutang Tuan Prakoso 37.839.862 PPh terutang Istri Prakoso 35.573.138 73.413.000 penghasilan neto Gunadi 222.000.000 (-) PTKP (K/1) (15.600.000) PKP setahun 206.400.000 PPh terutang setahun: 38.490.000 penghasilan neto Gunadi 222.000.000 penghasilan neto istri Gunadi 222.000.000 penghasilan neto karyawan 88.000.000 Jumlah penghasilan neto 532.000.000 (-) PTKP setahun (K/I/1) (28.800.000) (=) PKP setahun 503.200.000 PPh terutang setahun 142.370.000 (-) kredit pajak: PPh pasal 21 (3.211.000) (=) PPh kurang bayar 139.159.000 penghasilan neto rudi 575.000.000 penghasilan neto isteri 1 153.500.000 penghasilan neto istri 2 167.000.000 penghasilan neto karyawan 123.000.000 jumlah penghasilan neto 1.018.500.000 (-) PTKP (K/I/3) (31.200.000) (=) PKP setahun 987.300.000 PPh terutang setahun 311.805.000 (-) kredit pajak PPh pasal 21 (4.567.000) (=) Pajak kurang bayar 307.238.000 Peredaran bruto usaha setahun 800.000.000 Biaya usaha setahun (fiskal) biaya gaji (10.000.000) pasal 6, ayat 1, a biaya kantor (5.000.000) idem biaya bahan bakar & suku cadang (15.000.000) idem biaya perbaikan rumah pribadi (7.000.000) pasal 9, ayat 1 biaya perawatan mobil pribadi (2.000.000) idem biaya tunjangan makan siang karyawan (9.000.000) pasal 9, ayat 1 biaya sumbangan bencana alam (5.000.000) pasal 4, ayat 3, jo pasal 9, 1 biaya kesejahteraan pegawai (natura) (58.000.000) pasal 9, ayat 1 58000000 Penghasilan neto usaha setahun 761.000.000 Penghasilan lain-lain: bunga deposito 6.000.000 pasal 4 ayat 2 hadiah undian 2.000.000 idem SHU koperasi 4.000.000 pasal 4 ayat 1 laba penjualan mobil 20.000.000 idem Jumlah penghasilan neto 785.000.000 (-) PTKP setahun (TK/3) (16.800.000) (=) PKP setahun 768.200.000 PPh terutang setahun 235.120.000 peredaran bruto usaha setahun 800.000.000 (x) Norma 40% (=) penghasilan neto usaha stahun 320.000.000 (+) penghasilan neto lain-lain setahun 24.000.000 bentuk badan hukum (=) jumlah penghasilan neto setahun 344.000.000 mana yang lebih baik (-) PTKP setahun (TK/3) (16.800.000) usaha perseorangan (=) PKP setahun 327.200.000 atau PT? PPh terutang setahun: 80.770.000 Jika bentukj usaha Tuan Dono Perseroan Terbatas (PT) maka pajak penghasilan terutang setahun: PKP setahun: 785.000.000 PPh terutang setahun: 218.000.000 Penghasilan neto Tuan Agus Setahun: Pembukuan + norma Norma penghasilan neto usaha: bengkel 120.000.000 60.000.000 rumah makan (norma 20%) 10.000.000 10.000.000 toko kelontong (norma 25%) 18.750.000 18.750.000 Jumlah penghasilan neto usaha 148.750.000 88.750.000 penghasilan neto lain-lain setahun: Deviden 5.000.000 5.000.000 Keuntungan penjualan sepeda 2.000.000 2.000.000 Jumlah penghasilan neto lain-lain 7.000.000 7.000.000 Jumlah penghasilan neto setahun 155.750.000 95.750.000 (-) PTKP setahun (K/I/3) (31.200.000) (31.200.000) (=) PKP setahun 124.550.000 64.550.000 Pajak Penghasilan terutang setahun 17.387.500 5.932.500 (-) Kredit pajak: PPh pasal 23 (deviden, 15%) (750.000) (750.000) (=) PPh kurang bayar setahun 16.637.500 5.182.500 Asumsi: Penghasilan deviden sudah dipotong pajak penghasilan pasal 23 sebesar 15% dari jumlah bruto. Perhitungan pajak akhir tahun untuk Tuan Miko Penghasilan neto dari pekerjaan 38.704.000 Penghasilan neto sewa mobil 3.000.000 Penghasilan neto dari deviden 5.000.000 Jumlah penghasilan neto setahun\ 46.704.000 Pengurangan: PTKP (K/2) (16.800.000) Zakat ats penghasilan - (=) PKP setahun 29.904.000 Pajak Penghasilan terutang setahun 1.740.400 (-) Kredit pajak: PPh pasal 21 harus ada bukti (1.155.200) PPh pasal 23 terlampir (840.000) (750.000 + 90.000) (=) Pajak kurang (lebih) bayar setahun (254.800) dapat dilakukan kompensasi terhadap utang pajak tahun yang lalu atau untuk tahun pajak yang akan datang Biaya depresiasi menurut akuntansi (komersial) tahun 2006 (4/10 x 3 bulan x aktiva terdepresiasi) 1.200.000 Biaya depresiasi menurut fiskal (garis lurus, kelompok 2) ( 3 bulan x 12,5% x kos mesin) 437.500 selisih penyusutan 762.500 (koreksi positif) Biaya depresiasi menurut akuntansi (komersial) tahun 2007 (4/10 x 9 bulan)+(3/10 x 3 bulan) x aktiva terdepresiasi) 4.500.000 Biaya depresiasi menurut fiskal (garis lurus, kelompok 2) ( 12,5% x kos mesin) 1.750.000 selisih penyusutan 2.750.000 (koreksi positif) persediaaan awal a (+) pembelian neto b (=) BTD c (-) persediaan akhir d (=) HPP e LIFO (dalam ribuan) LIFO FIFO RATA-RATA unit kos/u Total Persed awal 4.500 4.500 4.500 3 1500 4500 Pembelian 25.050 25.050 25.050 7 1400 9800 BTD 29.550 - 29.550 29.550 10 14300 Persed Akhir (14.300) (16.650) (15.553) HPP 15.250 - 12.900 13.997 FIFO (dalam ribuan) unit kos/u Total Penjualan 18.000 18.000 18.000 2 1400 2800 (-) HPP (15.250) (12.900) (13.997) 1 1600 1600 (=) laba kotor 2.750 - 5.100 4.003 7 1750 12250 10 16650 YANG PALING RATA-RATA (dalam ribuan) LAYAK DIPILIH unit kos/u Total 10 1555,263158 15552,63158 LAPORAN LAPORAN KEUANGAN KOREKSI FISKAL KEUANGAN KOMERSIAL (AKUNTANSI) (POSITIF DAN NEGATIF) FISKAL DISUSUN DISUSUN BERDASARKAN STANDAR PERSEDIAAN BARANG BERDASARKAN AKUNTANSI BERTERIMA UMUM PENYUSUTAN UU PAJAK (GAAP) PENGHAPUSAN PIUTANG SUMBANGAN NATURA FORMAT Peredaran bruto setahun komersial (-) HPP (=) laba kotor (-) biaya usaha (=) laba bersih (+) koreksi positif (-) koreksi negatif (=) penghasilan neto fiskal JUMLAH PIUTANG % TDK TERTAGIH KERUGIAN PIUTANG 76.000.000 0 2.280.000 62.000.000 0 3.100.000 22.000.000 0 1.320.000 8.000.000 0 640.000 12.000.000 0 1.080.000 180.000.000 8.420.000 Jumlah ini yang nampak dalam neraca (dalam rekening CKP) Saldo CKP 6.000.000 2.420.000 Besarnya penyesuaian terhadap piutang Jurnalnnya: Kerugian piutang 2.420.000 CKP 2.420.000 Koreksi Fiskal Komersial positif negatif Fiskal Penjualan 985.500.000 27.000.000 1.012.500.000 Pasal 10, (1, 2) HPP: Persed. Awal 5.400.000 600.000 6.000.000 Pasal 10, (6) pembelian 533.000.000 533.000.000 Barang tersedia dijual 538.400.000 539.000.000 Persed akhir (20.800.000) 3.400.000 (24.200.000) Pasal 10, (6) HPP 517.600.000 514.800.000 Laba kotor 467.900.000 497.700.000 Biaya usaha gaji 76.000.000 76.000.000 pasal 6, (1) sewa 15.000.000 15.000.000 pasal 6 (1) depresiasi gedung 49.000.000 24.000.000 25.000.000 Pasal 11 (6) depresiasi kendaraan 40.000.000 10.000.000 50.000.000 pasal 11 (6) depresiasi peralatan DILANJUTKAN BESOK JUMAT JAM 1 SIANG pasal 11 (6) listrik telepon sumbangan natura PBB iklan pajak penghasilan kerugian piutang jumlah biaya usaha laba bersih usaha pajak penghasilan terutang

 
Powered by Blogger