KOREKSI LAPORAN
Koreksi laporan dilakukan terhadap semua laporan yang dianggap terjadi kesalahan pada semua kegiatan terutama penghitungan pajak perorangan anggota
CARA MENGHITUNG PAJAK
1. Norma Penghitungan Penghasilan Neto
2. Pembukuan
Formulasi:
Peredaran bruto usaha setahun
(x) norma (persentase)
(=) Penghasilan neto usaha setahun
(-) PTKP setahun
(=) PKP setahun
Pajak penghasilan terutang setahun
Contoh:
Amir status kawin dengan 2 anak kandung mempunyai usaha
bengkel dengan omzet setahun 800 juta. Biaya operasi bengkel
setahun 200 juta. Norma untuk usaha bengkel ditetapkan 20%
Hitung pajak penghasilan terutang setahun Amir
Jawab:
Peredaran bruto bengkel setahun 800.000.000
(x) Norma 20%
(=) Penghasilan neto setahun 160.000.000
(-) PTKP setahun (K/2) (16.800.000)
(=) PKP setahun 143.200.000
PPh terutang setahun 22.050.000
Jawab: tahun 2006
Peredaran bruto usaha setahun 876.000.000
(-) Biaya usaha (576.000.000)
(=) penghasilan neto setahun 300.000.000
(-) PTKP setahun (TK/1) (14.400.000)
(=) PKP setahun 285.600.000
PPh terutang setahun 66.210.000
tahun 2007
Peredaran bruto usaha setahun 876.000.000
(x) Norma (40%) 40%
(=) penghasilan neto setahun 350.400.000
(-) PTKP setahun (TK/1) (14.400.000)
PKP setahun 336.000.000
PPh terutang setahun 83.850.000
Peredaran bruto setahun 599.000.000
(x) Norma 35%
(=) penghasilan neto 209.650.000
(-) PTKP setahun (K/1) (15.600.000)
(=) PKP setahun 194.050.000
PPh terutang setahun 34.762.500
penghasilan neto Prakoso 173.280.000
penghasilan neto istri prakoso 162.900.000
Total penghasilan neto setahun 336.180.000
(-) PTKP setahun (K/I/2) (30.000.000)
(=) PKP setahun 306.180.000
PPh terutang setahun 73.413.000
PPh terutang Tuan Prakoso 37.839.862
PPh terutang Istri Prakoso 35.573.138
73.413.000
penghasilan neto Gunadi 222.000.000
(-) PTKP (K/1) (15.600.000)
PKP setahun 206.400.000
PPh terutang setahun: 38.490.000
penghasilan neto Gunadi 222.000.000
penghasilan neto istri Gunadi 222.000.000
penghasilan neto karyawan 88.000.000
Jumlah penghasilan neto 532.000.000
(-) PTKP setahun (K/I/1) (28.800.000)
(=) PKP setahun 503.200.000
PPh terutang setahun 142.370.000
(-) kredit pajak:
PPh pasal 21 (3.211.000)
(=) PPh kurang bayar 139.159.000
penghasilan neto rudi 575.000.000
penghasilan neto isteri 1 153.500.000
penghasilan neto istri 2 167.000.000
penghasilan neto karyawan 123.000.000
jumlah penghasilan neto 1.018.500.000
(-) PTKP (K/I/3) (31.200.000)
(=) PKP setahun 987.300.000
PPh terutang setahun 311.805.000
(-) kredit pajak
PPh pasal 21 (4.567.000)
(=) Pajak kurang bayar 307.238.000
Peredaran bruto usaha setahun 800.000.000
Biaya usaha setahun (fiskal)
biaya gaji (10.000.000) pasal 6, ayat 1, a
biaya kantor (5.000.000) idem
biaya bahan bakar & suku cadang (15.000.000) idem
biaya perbaikan rumah pribadi (7.000.000) pasal 9, ayat 1
biaya perawatan mobil pribadi (2.000.000) idem
biaya tunjangan makan siang karyawan (9.000.000) pasal 9, ayat 1
biaya sumbangan bencana alam (5.000.000) pasal 4, ayat 3, jo pasal 9, 1
biaya kesejahteraan pegawai (natura) (58.000.000) pasal 9, ayat 1 58000000
Penghasilan neto usaha setahun 761.000.000
Penghasilan lain-lain:
bunga deposito 6.000.000 pasal 4 ayat 2
hadiah undian 2.000.000 idem
SHU koperasi 4.000.000 pasal 4 ayat 1
laba penjualan mobil 20.000.000 idem
Jumlah penghasilan neto 785.000.000
(-) PTKP setahun (TK/3) (16.800.000)
(=) PKP setahun 768.200.000
PPh terutang setahun 235.120.000
peredaran bruto usaha setahun 800.000.000
(x) Norma 40%
(=) penghasilan neto usaha stahun 320.000.000
(+) penghasilan neto lain-lain setahun 24.000.000 bentuk badan hukum
(=) jumlah penghasilan neto setahun 344.000.000 mana yang lebih baik
(-) PTKP setahun (TK/3) (16.800.000) usaha perseorangan
(=) PKP setahun 327.200.000 atau PT?
PPh terutang setahun: 80.770.000
Jika bentukj usaha Tuan Dono Perseroan Terbatas (PT)
maka pajak penghasilan terutang setahun:
PKP setahun: 785.000.000
PPh terutang setahun: 218.000.000
Penghasilan neto Tuan Agus Setahun: Pembukuan + norma Norma
penghasilan neto usaha:
bengkel 120.000.000 60.000.000
rumah makan (norma 20%) 10.000.000 10.000.000
toko kelontong (norma 25%) 18.750.000 18.750.000
Jumlah penghasilan neto usaha 148.750.000 88.750.000
penghasilan neto lain-lain setahun:
Deviden 5.000.000 5.000.000
Keuntungan penjualan sepeda 2.000.000 2.000.000
Jumlah penghasilan neto lain-lain 7.000.000 7.000.000
Jumlah penghasilan neto setahun 155.750.000 95.750.000
(-) PTKP setahun (K/I/3) (31.200.000) (31.200.000)
(=) PKP setahun 124.550.000 64.550.000
Pajak Penghasilan terutang setahun 17.387.500 5.932.500
(-) Kredit pajak:
PPh pasal 23 (deviden, 15%) (750.000) (750.000)
(=) PPh kurang bayar setahun 16.637.500 5.182.500
Asumsi:
Penghasilan deviden sudah dipotong pajak penghasilan
pasal 23 sebesar 15% dari jumlah bruto.
Perhitungan pajak akhir tahun untuk Tuan Miko
Penghasilan neto dari pekerjaan 38.704.000
Penghasilan neto sewa mobil 3.000.000
Penghasilan neto dari deviden 5.000.000
Jumlah penghasilan neto setahun\ 46.704.000
Pengurangan:
PTKP (K/2) (16.800.000)
Zakat ats penghasilan -
(=) PKP setahun 29.904.000
Pajak Penghasilan terutang setahun 1.740.400
(-) Kredit pajak:
PPh pasal 21 harus ada bukti (1.155.200)
PPh pasal 23 terlampir (840.000) (750.000 + 90.000)
(=) Pajak kurang (lebih) bayar setahun (254.800)
dapat dilakukan kompensasi terhadap
utang pajak tahun yang lalu atau untuk
tahun pajak yang akan datang
Biaya depresiasi menurut akuntansi (komersial) tahun 2006
(4/10 x 3 bulan x aktiva terdepresiasi) 1.200.000
Biaya depresiasi menurut fiskal (garis lurus, kelompok 2)
( 3 bulan x 12,5% x kos mesin) 437.500
selisih penyusutan 762.500
(koreksi positif)
Biaya depresiasi menurut akuntansi (komersial) tahun 2007
(4/10 x 9 bulan)+(3/10 x 3 bulan) x aktiva terdepresiasi) 4.500.000
Biaya depresiasi menurut fiskal (garis lurus, kelompok 2)
( 12,5% x kos mesin) 1.750.000
selisih penyusutan 2.750.000
(koreksi positif)
persediaaan awal a
(+) pembelian neto b
(=) BTD c
(-) persediaan akhir d
(=) HPP e
LIFO (dalam ribuan) LIFO FIFO RATA-RATA
unit kos/u Total Persed awal 4.500 4.500 4.500
3 1500 4500 Pembelian 25.050 25.050 25.050
7 1400 9800 BTD 29.550 - 29.550 29.550
10 14300 Persed Akhir (14.300) (16.650) (15.553)
HPP 15.250 - 12.900 13.997
FIFO (dalam ribuan)
unit kos/u Total Penjualan 18.000 18.000 18.000
2 1400 2800 (-) HPP (15.250) (12.900) (13.997)
1 1600 1600 (=) laba kotor 2.750 - 5.100 4.003
7 1750 12250
10 16650
YANG PALING
RATA-RATA (dalam ribuan) LAYAK DIPILIH
unit kos/u Total
10 1555,263158 15552,63158
LAPORAN
LAPORAN KEUANGAN KOREKSI FISKAL KEUANGAN
KOMERSIAL (AKUNTANSI) (POSITIF DAN NEGATIF) FISKAL
DISUSUN
DISUSUN BERDASARKAN STANDAR PERSEDIAAN BARANG BERDASARKAN
AKUNTANSI BERTERIMA UMUM PENYUSUTAN UU PAJAK
(GAAP) PENGHAPUSAN PIUTANG
SUMBANGAN
NATURA
FORMAT
Peredaran bruto setahun komersial
(-) HPP
(=) laba kotor
(-) biaya usaha
(=) laba bersih
(+) koreksi positif
(-) koreksi negatif
(=) penghasilan neto fiskal
JUMLAH PIUTANG % TDK TERTAGIH KERUGIAN PIUTANG
76.000.000 0 2.280.000
62.000.000 0 3.100.000
22.000.000 0 1.320.000
8.000.000 0 640.000
12.000.000 0 1.080.000
180.000.000 8.420.000 Jumlah ini yang nampak dalam
neraca (dalam rekening CKP)
Saldo CKP 6.000.000
2.420.000 Besarnya penyesuaian terhadap
piutang
Jurnalnnya:
Kerugian piutang 2.420.000
CKP 2.420.000
Koreksi Fiskal
Komersial positif negatif Fiskal
Penjualan 985.500.000 27.000.000 1.012.500.000 Pasal 10, (1, 2)
HPP:
Persed. Awal 5.400.000 600.000 6.000.000 Pasal 10, (6)
pembelian 533.000.000 533.000.000
Barang tersedia dijual 538.400.000 539.000.000
Persed akhir (20.800.000) 3.400.000 (24.200.000) Pasal 10, (6)
HPP 517.600.000 514.800.000
Laba kotor 467.900.000 497.700.000
Biaya usaha
gaji 76.000.000 76.000.000 pasal 6, (1)
sewa 15.000.000 15.000.000 pasal 6 (1)
depresiasi gedung 49.000.000 24.000.000 25.000.000 Pasal 11 (6)
depresiasi kendaraan 40.000.000 10.000.000 50.000.000 pasal 11 (6)
depresiasi peralatan DILANJUTKAN BESOK JUMAT JAM 1 SIANG pasal 11 (6)
listrik
telepon
sumbangan
natura
PBB
iklan
pajak penghasilan
kerugian piutang
jumlah biaya usaha
laba bersih usaha
pajak penghasilan terutang
Senin, 14 November 2016
Koreksi laporan
23.43
Lead Mining


0 komentar:
Posting Komentar