KGI-MINING KAMI MENGERTI NILAI HIDUP , PENYEDIA DOLOMIT DAN KISRIT GO GREEN

Jumat, 27 Desember 2024

Upaya

 Upaya

Flexing

 

Postingan

https://palmhillcare.blogspot.com/

Minggu, 07 Januari 2024

Crs

 1. PT Aneka Tambang TBK (ANTM) PT Aneka Tambang TBK (ANTM) merupakan salah satu pemain utama dalam industri nikel Indonesia. Perusahaan ini tidak hanya bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi nikel, tetapi juga berkolaborasi dengan PT Industri Baterai Indonesia, LG Energy Solution, dan Contemporary Amperex Technology Co. Limited untuk menyuplai bahan baku baterai kendaraan listrik. Laba bersih ANTM pada tahun 2021 mencapai Rp1,8 triliun, menunjukkan kontribusi signifikan dalam ekonomi nasional. 2. PT Vale Indonesia TBK (INCO) PT Vale Indonesia TBK (INCO) memegang peranan penting sebagai produsen nikel matte dengan pendapatan mencapai Rp8,3 triliun. Pada tahun 2021, INCO mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 38 persen dibandingkan dengan semester pertama tahun sebelumnya. Wilayah pertambangan INCO tersebar di beberapa lokasi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Timur. BACA JUGA BPS Wanti-wanti Harga Komoditas Batu Bara, CPO, Nikel Turun Upaya Wapres Ma'ruf Rayu China Teken Investasi Halal dan Nikel Cadangan Nikel RI Disebut Habis 6 Tahun Lagi, Ini Kata ESDM 3. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) bergerak di bidang pertambangan, pengolahan mineral, dan perdagangan hasil tambang. Meskipun mengalami kerugian pada kuartal pertama tahun 2023, DKFT sebelumnya berhasil mencatat laba hingga Rp6,93 miliar pada kuartal pertama tahun 2022. Perusahaan ini memainkan peran penting dalam penyediaan bijih nikel dan feronikel di Sulawesi Tengah. 4. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) PT Ifishdeco Tbk (IFSH) fokus pada pertambangan bijih mentah nikel di Sulawesi Tenggara. Meskipun mencatat laba bersih sebesar Rp20,4 miliar pada awal tahun 2023, prestasinya turun dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2022 yang mencapai Rp36,6 miliar. Aktivitas eksplorasi, pengembangan, dan penjualan nikel menjadi andalan IFSH. 5. PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) terus menjadi incaran investor dengan ekspansi produksi nikel di Sulawesi Tenggara. Dengan target produksi mencapai 600 ribu ton pada tahun 2023, KKGI juga berencana meningkatkan produksi dan distribusi tambang batu bara sesuai dengan permintaan pasar. 6. PT Bintang Delapan Mineral PT Bintang Delapan Mineral, bagian dari Bintang Delapan Group, memiliki konsesi luas di Morowali, Sulawesi Tengah. Dengan fasilitas pemurnian atau smelter nikel, perusahaan ini memainkan peran kunci dalam penyediaan nikel di wilayah tersebut. 7. PT Trimegah Bangun Persada (Harita Group) PT Trimegah Bangun Persada, bagian dari Harita Group, menonjol di Kawasi, Maluku Utara, Halmahera Selatan. Melalui anak usahanya, Halmahera Persada Lygend, perusahaan ini memiliki pabrik nikel sulfat terbesar di dunia di Pulau Obi, dengan kapasitas produksi mencapai 240 ribu ton per tahun. Perusahaan-perusahaan ini tidak hanya menjadi pemain utama dalam industri nikel Indonesia, tetapi juga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik secara global. Dengan potensi tambang yang tersebar di berbagai wilayah, mereka menjadi tulang punggung ekonomi nasional dan memainkan peran strategis dalam pendorong industri berkelanjutan.


Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "7 Perusahaan Nikel Terbesar di Indonesia", Klik selengkapnya di sini: https://ekonomi.bisnis.com/read/20231115/44/1714065/7-perusahaan-nikel-terbesar-di-indonesia.
Penulis : Rendi Mahendra - Bisnis.com
kalau tulisan dicopy ya jangan disisipkan gambar


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:

Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Senin, 14 November 2016

Bunga pinjaman

Suku Bunga Dasar Kredit Sesuai dengan hasil rat tahun ini maka suku bunga kredit baik untuk infestasi maupun konsumtif adalah sebesar 8% flat selama satu tahun dengan jaminan adalah modal yang dimiliki anggota di Koperasi

Diskon

Diskon diberikan pada anggota maupun bukan anggota yang memakai produk dolomit maupun kiserit koperasi sesuai dengan ketetapan Ketua Koperasi Gading Perkasa Indonesia

Koreksi laporan

KOREKSI LAPORAN
Koreksi laporan dilakukan terhadap semua laporan yang dianggap terjadi kesalahan pada semua kegiatan terutama penghitungan pajak perorangan anggota
CARA MENGHITUNG PAJAK
1. Norma Penghitungan Penghasilan Neto
2. Pembukuan Formulasi: Peredaran bruto usaha setahun (x) norma (persentase) (=) Penghasilan neto usaha setahun (-) PTKP setahun (=) PKP setahun Pajak penghasilan terutang setahun Contoh: Amir status kawin dengan 2 anak kandung mempunyai usaha bengkel dengan omzet setahun 800 juta. Biaya operasi bengkel setahun 200 juta. Norma untuk usaha bengkel ditetapkan 20% Hitung pajak penghasilan terutang setahun Amir Jawab: Peredaran bruto bengkel setahun 800.000.000 (x) Norma 20% (=) Penghasilan neto setahun 160.000.000 (-) PTKP setahun (K/2) (16.800.000) (=) PKP setahun 143.200.000 PPh terutang setahun 22.050.000 Jawab: tahun 2006 Peredaran bruto usaha setahun 876.000.000 (-) Biaya usaha (576.000.000) (=) penghasilan neto setahun 300.000.000 (-) PTKP setahun (TK/1) (14.400.000) (=) PKP setahun 285.600.000 PPh terutang setahun 66.210.000 tahun 2007 Peredaran bruto usaha setahun 876.000.000 (x) Norma (40%) 40% (=) penghasilan neto setahun 350.400.000 (-) PTKP setahun (TK/1) (14.400.000) PKP setahun 336.000.000 PPh terutang setahun 83.850.000 Peredaran bruto setahun 599.000.000 (x) Norma 35% (=) penghasilan neto 209.650.000 (-) PTKP setahun (K/1) (15.600.000) (=) PKP setahun 194.050.000 PPh terutang setahun 34.762.500 penghasilan neto Prakoso 173.280.000 penghasilan neto istri prakoso 162.900.000 Total penghasilan neto setahun 336.180.000 (-) PTKP setahun (K/I/2) (30.000.000) (=) PKP setahun 306.180.000 PPh terutang setahun 73.413.000 PPh terutang Tuan Prakoso 37.839.862 PPh terutang Istri Prakoso 35.573.138 73.413.000 penghasilan neto Gunadi 222.000.000 (-) PTKP (K/1) (15.600.000) PKP setahun 206.400.000 PPh terutang setahun: 38.490.000 penghasilan neto Gunadi 222.000.000 penghasilan neto istri Gunadi 222.000.000 penghasilan neto karyawan 88.000.000 Jumlah penghasilan neto 532.000.000 (-) PTKP setahun (K/I/1) (28.800.000) (=) PKP setahun 503.200.000 PPh terutang setahun 142.370.000 (-) kredit pajak: PPh pasal 21 (3.211.000) (=) PPh kurang bayar 139.159.000 penghasilan neto rudi 575.000.000 penghasilan neto isteri 1 153.500.000 penghasilan neto istri 2 167.000.000 penghasilan neto karyawan 123.000.000 jumlah penghasilan neto 1.018.500.000 (-) PTKP (K/I/3) (31.200.000) (=) PKP setahun 987.300.000 PPh terutang setahun 311.805.000 (-) kredit pajak PPh pasal 21 (4.567.000) (=) Pajak kurang bayar 307.238.000 Peredaran bruto usaha setahun 800.000.000 Biaya usaha setahun (fiskal) biaya gaji (10.000.000) pasal 6, ayat 1, a biaya kantor (5.000.000) idem biaya bahan bakar & suku cadang (15.000.000) idem biaya perbaikan rumah pribadi (7.000.000) pasal 9, ayat 1 biaya perawatan mobil pribadi (2.000.000) idem biaya tunjangan makan siang karyawan (9.000.000) pasal 9, ayat 1 biaya sumbangan bencana alam (5.000.000) pasal 4, ayat 3, jo pasal 9, 1 biaya kesejahteraan pegawai (natura) (58.000.000) pasal 9, ayat 1 58000000 Penghasilan neto usaha setahun 761.000.000 Penghasilan lain-lain: bunga deposito 6.000.000 pasal 4 ayat 2 hadiah undian 2.000.000 idem SHU koperasi 4.000.000 pasal 4 ayat 1 laba penjualan mobil 20.000.000 idem Jumlah penghasilan neto 785.000.000 (-) PTKP setahun (TK/3) (16.800.000) (=) PKP setahun 768.200.000 PPh terutang setahun 235.120.000 peredaran bruto usaha setahun 800.000.000 (x) Norma 40% (=) penghasilan neto usaha stahun 320.000.000 (+) penghasilan neto lain-lain setahun 24.000.000 bentuk badan hukum (=) jumlah penghasilan neto setahun 344.000.000 mana yang lebih baik (-) PTKP setahun (TK/3) (16.800.000) usaha perseorangan (=) PKP setahun 327.200.000 atau PT? PPh terutang setahun: 80.770.000 Jika bentukj usaha Tuan Dono Perseroan Terbatas (PT) maka pajak penghasilan terutang setahun: PKP setahun: 785.000.000 PPh terutang setahun: 218.000.000 Penghasilan neto Tuan Agus Setahun: Pembukuan + norma Norma penghasilan neto usaha: bengkel 120.000.000 60.000.000 rumah makan (norma 20%) 10.000.000 10.000.000 toko kelontong (norma 25%) 18.750.000 18.750.000 Jumlah penghasilan neto usaha 148.750.000 88.750.000 penghasilan neto lain-lain setahun: Deviden 5.000.000 5.000.000 Keuntungan penjualan sepeda 2.000.000 2.000.000 Jumlah penghasilan neto lain-lain 7.000.000 7.000.000 Jumlah penghasilan neto setahun 155.750.000 95.750.000 (-) PTKP setahun (K/I/3) (31.200.000) (31.200.000) (=) PKP setahun 124.550.000 64.550.000 Pajak Penghasilan terutang setahun 17.387.500 5.932.500 (-) Kredit pajak: PPh pasal 23 (deviden, 15%) (750.000) (750.000) (=) PPh kurang bayar setahun 16.637.500 5.182.500 Asumsi: Penghasilan deviden sudah dipotong pajak penghasilan pasal 23 sebesar 15% dari jumlah bruto. Perhitungan pajak akhir tahun untuk Tuan Miko Penghasilan neto dari pekerjaan 38.704.000 Penghasilan neto sewa mobil 3.000.000 Penghasilan neto dari deviden 5.000.000 Jumlah penghasilan neto setahun\ 46.704.000 Pengurangan: PTKP (K/2) (16.800.000) Zakat ats penghasilan - (=) PKP setahun 29.904.000 Pajak Penghasilan terutang setahun 1.740.400 (-) Kredit pajak: PPh pasal 21 harus ada bukti (1.155.200) PPh pasal 23 terlampir (840.000) (750.000 + 90.000) (=) Pajak kurang (lebih) bayar setahun (254.800) dapat dilakukan kompensasi terhadap utang pajak tahun yang lalu atau untuk tahun pajak yang akan datang Biaya depresiasi menurut akuntansi (komersial) tahun 2006 (4/10 x 3 bulan x aktiva terdepresiasi) 1.200.000 Biaya depresiasi menurut fiskal (garis lurus, kelompok 2) ( 3 bulan x 12,5% x kos mesin) 437.500 selisih penyusutan 762.500 (koreksi positif) Biaya depresiasi menurut akuntansi (komersial) tahun 2007 (4/10 x 9 bulan)+(3/10 x 3 bulan) x aktiva terdepresiasi) 4.500.000 Biaya depresiasi menurut fiskal (garis lurus, kelompok 2) ( 12,5% x kos mesin) 1.750.000 selisih penyusutan 2.750.000 (koreksi positif) persediaaan awal a (+) pembelian neto b (=) BTD c (-) persediaan akhir d (=) HPP e LIFO (dalam ribuan) LIFO FIFO RATA-RATA unit kos/u Total Persed awal 4.500 4.500 4.500 3 1500 4500 Pembelian 25.050 25.050 25.050 7 1400 9800 BTD 29.550 - 29.550 29.550 10 14300 Persed Akhir (14.300) (16.650) (15.553) HPP 15.250 - 12.900 13.997 FIFO (dalam ribuan) unit kos/u Total Penjualan 18.000 18.000 18.000 2 1400 2800 (-) HPP (15.250) (12.900) (13.997) 1 1600 1600 (=) laba kotor 2.750 - 5.100 4.003 7 1750 12250 10 16650 YANG PALING RATA-RATA (dalam ribuan) LAYAK DIPILIH unit kos/u Total 10 1555,263158 15552,63158 LAPORAN LAPORAN KEUANGAN KOREKSI FISKAL KEUANGAN KOMERSIAL (AKUNTANSI) (POSITIF DAN NEGATIF) FISKAL DISUSUN DISUSUN BERDASARKAN STANDAR PERSEDIAAN BARANG BERDASARKAN AKUNTANSI BERTERIMA UMUM PENYUSUTAN UU PAJAK (GAAP) PENGHAPUSAN PIUTANG SUMBANGAN NATURA FORMAT Peredaran bruto setahun komersial (-) HPP (=) laba kotor (-) biaya usaha (=) laba bersih (+) koreksi positif (-) koreksi negatif (=) penghasilan neto fiskal JUMLAH PIUTANG % TDK TERTAGIH KERUGIAN PIUTANG 76.000.000 0 2.280.000 62.000.000 0 3.100.000 22.000.000 0 1.320.000 8.000.000 0 640.000 12.000.000 0 1.080.000 180.000.000 8.420.000 Jumlah ini yang nampak dalam neraca (dalam rekening CKP) Saldo CKP 6.000.000 2.420.000 Besarnya penyesuaian terhadap piutang Jurnalnnya: Kerugian piutang 2.420.000 CKP 2.420.000 Koreksi Fiskal Komersial positif negatif Fiskal Penjualan 985.500.000 27.000.000 1.012.500.000 Pasal 10, (1, 2) HPP: Persed. Awal 5.400.000 600.000 6.000.000 Pasal 10, (6) pembelian 533.000.000 533.000.000 Barang tersedia dijual 538.400.000 539.000.000 Persed akhir (20.800.000) 3.400.000 (24.200.000) Pasal 10, (6) HPP 517.600.000 514.800.000 Laba kotor 467.900.000 497.700.000 Biaya usaha gaji 76.000.000 76.000.000 pasal 6, (1) sewa 15.000.000 15.000.000 pasal 6 (1) depresiasi gedung 49.000.000 24.000.000 25.000.000 Pasal 11 (6) depresiasi kendaraan 40.000.000 10.000.000 50.000.000 pasal 11 (6) depresiasi peralatan DILANJUTKAN BESOK JUMAT JAM 1 SIANG pasal 11 (6) listrik telepon sumbangan natura PBB iklan pajak penghasilan kerugian piutang jumlah biaya usaha laba bersih usaha pajak penghasilan terutang

Rencana produksi

Saat ini masyarakat tani banyak menggunakan pupuk tunggal / anorganik yang dicampur sendiri dilapangan dengan harga beli yang tinggi, dengan kesadaran akan pemahaman penggunaan pupuk organic sangat rendah maka perlu dilakukan strategi pasar yang benar-benar baik dan jitu. Jika dipasar pupuk sejenis dijual dgn harga rata-rata Rp 50.000,- dan mengingat harus adanya profit shearing antara produsen, distributor, pengecer maka direncanakan produsen hanya mengambil ± 3,50% keuntungan sehingga harga jual produsen adalah Rp 35.000,-/ zak . Bab 1 Latar Belakang 1.1 Pendahuluan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara agraris dimana 80 % penduduknya adalah petani, begitu juga dengan Sumatera Utara yang dikenal dengan perkebunan kelapa sawit dan karetnya . Oleh karena itu untuk meningkatkan hasil-hasil pertanian dibutuhkan pemupukan baik menggunakan pupuk organic maupun pupuk kimia. Dalam hal pemupukan petani sudah banyak mengenal jenis pupuk dan kegunaannya seperti NPK, UREA, TSP, dan beberapa pupuk majemuk lainnya yang siap pakai sesuai dengan jenis tanaman. Selain itu, mengingat banyaknya bahan baku untuk pupuk organic yang belum dimanfaatkan dan manfaat pupuk organic sebagai substitusi pupuk kimia dimana dapat mengurangi pemakaian pupuk kimia hingga 40% s/d 60 %, jika digunakan secara terus menerus tidak merusak tanah dan akan kelihatan hasilnya setelah 6 bulan adalah peluang untuk memproduksi pupuk organic secara berkesinambungan. 1.2 Visi Meningkatkan hasil pertanian dengan penggunaan pupuk organik yang murah dan berkualitas sehingga terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tani. 1.3 Misi · Menciptakan lapangan pekerjaan baru · Meningkatkan hasil pertanian · Menyediakan pupuk murah Bab 2 Penjelasan Produk 2.1 Produk Pupuk yang akan diproduksi diberi nama Organik Sangga Alam Makmur atau disingkat Organik- SAM dengan komposisi unsur sebagai berikut: PARAMETER HASIL UJI aktivator Orgadec Promi Stardec PH 8 Nitrogen (%) 1,5 C-org (%) 35,1 C/N 23 P2O5 (%) 0,8 K2O (%) 2,5 MgO 0,9 CaO 1 Cu (ppm) - Zn (ppm) - Organik- SAM merupakan pupuk organic yang dibuat dari tandan kosong kelapa sawit 2.2 Bahan Baku Adapun bahan baku yang dibutuhkan adalah : Tandan kosong kelapa sawit Activator 2.3 Cara memperoleh Bahan Baku Dalam memperolah bahan baku, Produksi ditopang langsung oleh pabrik minyak kelapa sawit dengan kapasitas sementara 10 ton / jam dan akan ditingkatkan hingga 40 ton / jam sehingga produksi TKKS antara 2,3 ton/jam s/d 3 ton/jam atau hingga 9,2 ton/jam s/d 12 ton/jam. 2.4 Peralatan Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat pupuk ini adalah : Mesin pencacah tkks kapasitas 2 ton/jam 1 unit ( investasi awal ) Mesin penghancur kompos 1 unit Mesin packing 1 unit Mesin pengaduk vertical 1 unit Konveyor 2 unit Engine 24 hp atau genset 50 kw Loader 1 unit Excavator 1 unit Pompa cenctrifugal 1 unit Instalasi pipa Timbangan 2 unit Plastic penutup tuk luas 1 ha Goni Kemasan / packaging Benang Jahit Mesin Jahit 2.4.1 Pemilihan Mesin Pencacah Sebelum membeli atau membuat mesin pencacah terlebih dahulu dilihat karakter bahan yang akan dicacah; adapun bahan yang akan dicacah adalah Tandan Kosong kelapa sawit dengan karakter berserabut , liat, dan sedikit kejur. Dipasaran ada beberapa jenis mesin yang sudah siap pakai dengan model potong sebagai berikut: a. Type Perajang Pola as screw dan batang pisau vertical poros yang bekerja secara radial, as screw dan pisau vertical yang terletak pada tabung silinder tebal (casing) dengan putaran 1500 rpm, dimana TKKS dimasukkan ke dalam feeding, kemudian diteruskan oleh screw sebagai pengarah dan penggilas awal ke susunan pisau potong vertical yang berputar searah dengan screw sehingga TKKS terpotong-potong sepanjang 2,5 cm s/d 25 cm. Gbr 1. Bentuk mesin pencacah Gbr 2. Detail Pisau Pencacah Jenis mesin ini memiliki kontruksi yang kurang kokoh dan kemungkinan untuk macet tinggi untuk material TKKS, sehingga nantinya diperlukan modifikasi pada langkah awal dengan menambahkan screw pengarah sebelum memasuki pisau pemotong tersebut seperti dilihat pada gambar. Adapun daftar harga di pasaran adalah sebagai berikut: Table 1. daftar harga mesin perajang/pencacah di pasaran No Kapasitas Harga/unit Produksi 1 100 kg/jam Rp 10.000.000,- Local (Jakarta) 2 300 kg/jam Rp 13.000.000,- - 3 500 kg/jam Rp 15.800.000,- - 4 1000 kg/jam Rp 18.000.000,- - b. Type Grinder Pola shear as (gunting) dengan model dua buah poros yang di bentuk seperti susunan cincin yang saling mengisi dengan putaran 1500 rpm dengan cara kerja sebagai berikut TKKS dimasukkan kedalam feeding kemudian dengan struktur TKKS yang berserabut akan mendapat jepitan dan guntingan oleh poros pisau tersebut sehingga akigat gaya gunting yang terjadi maka serabut TKKS akan terpotong-potong seukuran lebar cincin dan tebal cincin yang dibuat pada as pisau tersebut. Gbr 3. mesin pencacah type grinder Gbr 4. Poros pemotong pada mesin type grinder Table 2.Daftar harga mesin pencacah type grinder dipasar No Kapasitas Harga / unit Produksi 1 s/d 75 kg/jam Rp 12.900.000,- Local (Jakarta) 2 s/d 150 kg/jam Rp 15.200.000,- - 3 s/d 500 kg/jam Rp 18.300.000,- - 4 s/d 800 kg/jam Rp 25.800.000,- - 5 1000 s/d 2000 kg/jam Rp 30.500.000,- - 6 7000 s/d 8000 kg/jam Rp 385.000.000,- Import / malaysia Dengan menganalisa dua type mesin tersebut diatas maka sebaiknya digunakan type grinder sebab type perajang kemungkinan macet dan kerusakan patah pisau dan kegagalan potong sangat tinggi sedangkan type grinder memiliki kontruksi pemotong yang kokoh dan kemungkinan macet dan kerusakan pisau sangat kecil. Berdasarkan hasil produksi TKKS diperhitungkan dalam masa ini adalah 2 ton/jam maka mesin yang akan dibeli adalah type grinder dengan kapasitas antara 1 ton/jam s/d 2 ton/jam Rp 30.500.000,- (tanpa mesin penggerak), sehingga mesin penggerak yang dibutuhkan adalah engine dengan daya minimum 24 hp s/d 30 hp atau 18 s/d 22 Kw. Mengingat hasil pematangan kompos nantinya masih dalam bentuk serabut lunak maka perlu dilakukan penggilingan kembali untuk mendapatkan tingkat kehalusan dengan menggunakan mesin hummer mill. Jika akan dibuat menjadi granuller maka dibutuhkan mesin granuler dan mesin rotary drayer. 2.4.2. Handling Material Untuk handling material jika dilakukan secara otomatis maka dibutuhkan konveyor untuk menaikkan TKKS ke dalam feeding mesin pencacah , tetapi jika akan dilakukan secara manual maka konveyor dapat diabaikan. Out put mesin pencacah akan ditransfer ke areal pematangan yang dapat dilakukan dengan manual menggunakan kereta sorong atau mekanis dengan excavator. 2.4.3. Pembalik dan Pencampuran Activator Dalam proses pematangan kompos dibutuhkan activator untuk mempercepat proses pengomposan TKKS, sehingga dibutuhkan bak pengaduk atw mesin pengaduk sesuai dengan jenis activator yang akan digunakan. Untuk proses ini jika menggunakan activator promi produksi balai penelitian bioteknologi perkebunan bogor maka dibutuhkan 1. Bak pengencer dan pengaduk 2. Instalasi pipa penyemprotan pada areal pematangan 3. Pompa sentrifugal 4. Alat pembalik 5. Plastik penutup Jika menggunakan activator Orgadec maka diperlukan beberapa alat sbb: 1. Alat pengaduk/ mixer mc 2. Alat pembalik ( cangkol, skop, traktor dsb) 3. Plastik penutup Table 3. Daftar harga alat pembalik No Mesin/alat Kapasitas Harga (Rp) Produksi 1 Mixer 100 kg 6.750.000,- lokal 2 Cangkul/sekop - - 3 Plastic 10.000 m2 65.000,- / mtr - 4 Tractor - 5 Pompa H = 100 mtr 750.000,- / unit - 6 Instalasi pipa L = 10.000 m2 25.000.000,- - Pembentukan produk akhir Setelah TKKS yang dicacah telah matang dengan ditandai serat sudah lapuk dan mudah patah, selanjutnya akan dilakukan proses penghancuran dengan menggunakan mesin lainnya tergantung bentuk dan kehalusan yang diinginkan serta harga yang akan dilepas ke pasar dalam hal ini akan menggunakan mesin-mesin al: 1. Mesin penepung (hummer mill, disc mill, dsb) 2. Mesin mixer 3. Mesin granular 4. Mesin drayer Table 4. Daftar harga mesin / alat pengolahan akhir No Mesin Kapasitas Harga (Rp) Produksi 1 Hummer mill 300 kg/jam 75.000.000,- lokal 2 Mixer 2000 kg/jam 37.250.000,- - 3 Granular 3000 kg/jam 45.500.000,- - 4 Rotary Drayer 2000 kg/jam 50.000.000,- - Total 207.750.000,- Packaging / pengepakan Setelah bentuk akhir diperoleh dan produk akan dijual maka dibutuhkan kemasan baik dalam bentuk zak karung 50 kg maupun zak plastic 5 kg sehingga untuk mempermudah pengemasan dibutuhkan : 1. Mesin mix vertical 2. Timbangan 3. Mesin jahit karung 4. Karung kemasan 50 kg. No Mesin Kapasitas Harga (Rp) Produksi 1 Mesin mix vertical 2 ton/jam 35.500.000,- Local 2 Timbangan 50 kg 3.750.000,- lokal 3 Mesin jahit 1.250.000,- lokal 4 Karung 50 kg 7.280 zak/hk 10.920.000,- @ Rp1.500/zak Total 51.420.000,- Bab 3 Proses Pembuatan 3.1 Penataan Ruang Produksi Penataan ruang produksi yang matang akan memudahkan proses kerja dan dapat menghindari kejenuhan kerja, ruang kerja akan terbagi menjadi ruang bahan baku dan ruang penimbangan bahan baku menjadi satu, ruang molen, ruang jahit dan ruang produk jadi menjadi satu, ukuran total ruang yg dibutuhkan diperkirakan antara 6 x12 s/d 12 x 24 atau lebih melihat kondisi. Ada pun pembagian denah ruang kerja seperti gambar berikut ini: Gbr 1. Tata ruang produksi 3.2 Flow Proses Produksi Gbr 5. Flow proses produksi 3.2 Kapasitas produksi Dengan menggunakan system konvensional (sementara) dimana alat pengaduk adalah molen semen dengan kapasitas 1,5 kg s/d 2 ton dalam 1 jam kerja dan mesin pencacah dengan kapasitas 2 ton/jam maka untuk 1 hk atau 7 jam kerja hasil produksi adalah 14 ton/ hari atau 364 ton/bulan Bab 4 Analisa Perencanaan Keuangan 4.1 Perencanaan Keuangan Adapun rencana keuangan sebagai modal adalah sebagai berikut: Pinjaman Overdraft dari bank. Dalam hal ini dibutuhkan agunan tertentu untuk memenuhi modal kerja selama beberapa bulan. Pinjaman dari sahabat atau kerabat Bentuk pinjaman ini diharapkan tanpa jaminan tetapi dilakukan pembagian hasil hingga terjadi Break Even Point atau dilakukan kontrak kerja sama 4.2 Biaya Produksi Biaya Tenaga Kerja Dengan system produksi konvensional menggunakan molen pengaduk semen maka staffing yang dibutuhkan adalah 4 orang pekerja harian dan 4 orang staff dengan perincian sebagai berikut: Kepala Pabrik 1 org Rp 3.500.000,- / bln Kepala Produksi 1 org Rp 2.000.000,- / bln. Kepala marketing 1 org Rp 1.500.000,-/ bln Kepala Pembukuan 1 org Rp 1.000.000,-/ bln Pekerja harian 4 org x Rp 1.000.000,- / bln Rp 4.000.000,- / bln ­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­_______________________________________________________________ Total Rp 12.000.000,- / bln Dengan mengasumsikan hasil produksi 364 ton / bln dimana out put produksi 364 ton / hari, dengan biaya tenaga kerja Rp 461.539,-/ hari sehingga upah perkilogramnya adalah Rp 32,- / kg. Biaya bahan baku Berdasarkan kondisi yang dibuat yaitu menerima langsung dari PKS maka komponen biaya bahan baku hanya berdasarkan komponen biaya handling material untuk menghasilkan produk 14 ton diperlukan 2 kali angkut dengan asumsi pengangkutan menggunakan dump truck, dimana ongkos angkut Rp 100.000,- maka harga bahan per kilogram adalah Rp 15,-/kg Biaya packaging Untuk menarik konsumen maka perlu dibuat kemasan semenarik mungkin dengan harga per lembar goni dan sablon merknya diperkirakan Rp 1500,- maka biaya kemasan perkilogram pupuk jika per zak 50 kg adalah Rp 30,-/ kg Biaya utility Akibat penggunaan peralatan berupa molen, mesin jahit, computer, penerangan, pompa air dsbmaka hal ini dapat dirncikan sbb: Listrik / bln Rp 1.300.000,- Sewa Gedung / Rumah / bln Rp 3.000.000,- ATK Rp 2.000.000,- PAM Rp 300.000,- ________________________________________________________________________ Total Rp 5.600.000,- Dengan mengambil 26 hari kerja dalam 1 bulan maka biaya utility per hari adalah Rp 215.385,- sehingga biaya utility per kilogram Rp 112,- / kg. Biaya Penyusutan Peralatan Mengingat adanya life time dari peralatan maka perlu dilakukan perhitungan biaya penyusutan sbb: Mesin pencacah tkks kapasitas 2 ton/jam 1 unit ( investasi awal ) harga Rp 30,5 jt Masa pakai 5 thn (1800 hari) Biaya depresiasi / hari Rp 16.944,- Mesin konveyor 1 unit Rp 26,5 jt dengan masa pakai 3 tahun maka biaya depresiasi / hari Rp 24.200,- Mesin pengolahan akhir 1 set Rp207.750.000,- dengan masa pakai 5 thn maka biaya depresiasi / hari Rp 115.420,- Mesin packing 1 set Rp 40.500.000,- dengan massa pakai 3 thn maka biaya depresiasi / hari Rp 36.990,-­­­­­­­­­­­­­­­­ Total biaya depresiasi per hari Rp 193.554,- Maka biaya depresiasi per kilogram produknya adalah Rp 13,85,-/kg Dengan adanya biaya perizinan yang harus dilakukan perpanjangan setiap 3 tahun maka hal ini harus dilakukan perhitungan depresiasinya terhadap produk Yaitu : Biaya perizinan Rp 7.000.000,- maka biaya depresiasinya Rp6.395,-/ hari atau Rp 0,45,- / kg maka total biaya depresiasi adalah Rp 14,5,-/ kg 4.3 Total Biaya Produksi Dari perincian diatas maka total biaya produksi untuk membuat 1 kg pupuk adalah : a. Biaya bahan baku Rp 15,- / kg b. Biaya packaging Rp 30,- / kg c. Biaya Utility Rp112 ,- / kg d. Biaya Tenaga Kerja Rp 32 ,- / kg e. Depresiasi Alat Rp 14,5,- / kg Total Rp 203,5,- / kg Maka biaya produksi per kilogram adalah Rp 203,5,- Dan harga pokok per zak @ 50 kg adalah Rp 10.175,-/kg 4.4. Perencanaan Harga jual Jika dipasar pupuk sejenis dijual dgn harga rata-rata Rp 50.000,- dan mengingat harus adanya profit shearing antara produsen, distributor, pengecer maka direncanakan produsen hanya mengambil ± 350% keuntungan sehingga harga jual produsen adalah Rp 35.000,-/ zak . Bab 5 Pemasaran 5.1 Kondisi Pasar Saat ini masyarakat tani banyak menggunakan pupuk tunggal / anorganik yang dicampur sendiri dilapangan dengan harga beli yang tinggi, dengan kesadaran akan pemahaman penggunaan pupuk organic sangat rendah maka perlu dilakukan strategi pasar yang benar-benar baik dan jitu Melihat kondisi tersebut ada beberapa perusahaan yang telah membuat dan memasarkan pupuk organik, namun begitu melihat kebutuhan pupuk yang begitu besar kita masih dapat merebut pasar antara 1,5 % (sesuai kapasitas produksi sementara) dari kebutuhan pupuk min 23.833 ton / bln di daerah pemasaran Labuhan Batu. Belum pada daerah lainnya maka peluang untuk pasar masih sangat besar Dengan mendata produk sejenis yang beredar dipasaran antara lain: No Jenis Berat/zak (kg) Harga ( Rp) Produsen 1 Growt big 50 60.000,- lokal 2 Organic Pupuk kujang 50 50.000,- Subsidi 3 Organic tanpa merk 50 75.000,- Masyarakat 4 Organic thailand 50 200.000,- Thailand Maka harga pupuk yang akan diproduksi hingga ke konsumen maksimum Rp 60.000,- Melihat kondisi supply pupuk dipasar sering terkendala atau langka maka perlu dilakukan system produksi yang berkelanjutan. Begitu juga dengan kwalitas beberapa jenis pupuk tersebut yg kurang baik menyebabkan dengan keunggulan persentase Yang berguna dalam perangsang buah dan pematangan buah menyebabkan kemampuan penetrasi pasar akan lebih baik. 5.2 Peluang dan Kesempatan Kendala Akibat penggunaan pupuk yang begitu besar pada tanaman disaat kondisi tertentu sehingga petani melakukan metode pencampuran sendiri saat pemupukan, sering menyebabkan salah komposisi akibatnya kerugian dalam jumlah pemakaian jenis pupuk tunggal meningkat. Seringnya terjadi kelangkaan pupuk dan tingginya harga pupuk yang dibutuhkan saat kondisi tertentu pada tanaman misal saat pasca tanam, saat pematangan buah dsb, menyebabkan petani mengurungkan niatnya melakukan pemupukan. Banyaknya beredar pupuk NPK yang komposisi pada kemasan tidak sesuai dengan komposisi pada pupuk itu sendiri sehingga tidak melihatkan hasil pada tanaman. Oleh karena tersebut diatas maka perlu diproduksi “organic - SAM” secara continue karena komposisi telah dibuktikan pada lab. Pusat penelitian kelapa sawit dimana unsur yang terkandung didalam nya petani sendiri mengetahui fungsinya. B.Peluang Melihat komposisi yang terkandung dalam Organik - SAM, berdasarkan kebutuhan konsumen, mudahnya penggunaan pada tanaman, dan fungsinya yang lengkap Merupakan nilai lebih bagi produk tsb sehingga kemampuan penetrasi pasar oleh produk itu sendiri sangat baik sehingga peluang diterima konsumen sangatlah besar. Namun demikian perhatian terhadap pertumbuhan lahan pertanian yang begitu pesat juga pertumbuhan lahan untuk pemukiman dapat dijadikan acuan sebagai pertimbangan tetapi berdasarkan kebijakan pemerintah dalam hal perkebunan maka dpt dipastikan kebutuhan pupuk akan meningkat terus. 5.3 Persaingan Dengan banyaknya jumlah Produk pupuk yang sejenis dengan perbedaan komposisi unsur didalamnya yang beredar di wilayah Labuhan Batu –Riau (rencan pasar) merupakan sebuah factor penting dalam rencana produksi, sehingga nantinya perlu diperhatikan strategi dalam penetrasi pasar pada wilayah tsb. Kebutuhan pupuk untuk Wilayah Labuhan Batu ± 23.833 ton / bln Dengan kemampuan produksi sementara hanya 364 ton/bln hanyalah mengambil 1,5% kebutuhan pasar, ini sangat kecil jika dibandingkan dengan angka pertumbuhan perkebunan masyarakat, jika wilayah pemasaran meliputi Sumatera Bagian Utara, al: Sumatera utara, Pekan Baru, Jambi dan Padang maka total produksi hanya akan mengisi 0,00 % dari kebutuhan total. Banyaknya beredar pupuk sejenis yang telah terbukti kurang baik tetapi tetap laku dipasaran maka Organik – SAM yang secara komposisi sangat baik, maka diharapkan kedepannya konsumen dapat membandingkan sendiri nilai manfaat dari tiap produk tsb sehingga menjadi peluang produk menjadi unggul, apalagi dibarengi dengan harga yang lebih murah dan strategi pasar yang baik dengan memberi keuntungan yang tinggi kepada pengecer maupun distributor. 5.4 Strategi Bisnis Tujuan Merupakan hasil jangka panjang yang akan dicapai dalam usaha produksi pupuk Organik - SAM adalah: Membuat pupuk berkualitas dengan biaya produksi yang murah, sehingga harga jual dapat bersaingan dengan pupuk lainnya. Produksi yang berkesinambungan sehingga terjadi peningkatan kwalitas dan kwantitas. Sasaran Bisnis pupuk Organik – SAM diharapkan dapat memberikan keuntungan yang lebih baik kepada konsumen, produsen dan pihak pihak yang terlibat baik secara financial maupun social kemasyarakatan. Target Pasar Dalam hal ini yang menjadi target utama pemasaran adalah para petani tanaman keras khususnya kelapa sawit, dengan wilayah pemasaran awal adalah Labuhan Batu, sumatera utara dan sekitarnya. D. Penggalangan relasi Untuk mensukseskan bisnis ini dilakukan penggalangan kepada : · Perusahan penyedia bahan baku: Hal ini harus dilakukan sehingga ketersedian bahan baku terjamin. · Sales distributor pupuk yang sudah mapan sehingga produk dapat dipasarkan oleh mereka sebagai penghasilan tambahan. · Petani besar sebagai konsumen langsung. Bab 6 Analisa Usaha Pupuk NPK Growth Big 6.1 Modal berlandaskan kemampuan produksi 364 ton / bln maka dapat dilakukan perincian modal usaha per bulan sebagai berikut. 1. Modal Tetap (Pokok) Mesin pencacah Rp 30.500.000,- Konveyor Rp 26.500.000,- Mesin pengolahan Rp 207.750.000,- Mesin packing Rp 40.500.000,- Rp 305.250.000,- 2. Modal Berkala Sewa gedung Rp 3.500.000,- Biaya listrik Rp 2.300.000,- Biaya ATK Rp 2.000.000,- Transport Rp 7.500.000,- Bahan Baku untuk 364 ton/bln Rp 5.200.000,- Kemasan Rp 10.920.000,- Upah Kerja Rp 14.000.000,- Rp 34.500.000,- Total modal investasi awal adalah Rp 339.750.000,- . Dengan demikian selama 26 hari kerja diperlukan biaya Rp 34.500.000,- berarti perhari harus mengeluarkan modal Rp 1.326.923,- 6.2 Prediksi Rugi Laba Saat ini harga per zak pupuk yang sejenis lokal adalah Rp 40.000,- s/d 60.000,- sedangkan produsen melempar harga ke penjual pertama ( distributor ) adalah Rp 35.000,- / zak dan harga dasar produksi Rp 10.175,- dan kemampuan produksi antara 364 ton / bln atau 7280 zak / bln. Dengan assumsi hasil produksi bulan pertama adalah 364 ton atau 7280 zak maka secara rincian rugi-laba nya adalah sebagai berikut : a. Biaya produksi per zak @ 50 kg Rp 10.175,- b. Harga jual per zak @ 50 kg Rp 35.000,- maka keuntungan per zak Rp 24.825,- Sehingga keuntungan per bulan adalah Rp 180.726.000,- Dengan melihat kemampuan produksi tkks direncanakan hingga 9,8 ton / jam dengan biaya tenaga kerja, utility, dan depresiasi alat tetap maka keuntungan akan lebih baik lagi. 6.3 Proyeksi Keuntungan Dengan memasukkan hasil produksi dan nilai keuntungan per bulan maka dapat dilakukan pentabelan dimana modal tetap Rp 12.550.000,- dan proyeksi hasil sbb: Bln ke. Modal (Rp) Jlh produksi Keuntungan Bersih (Rp) Tetap Baku Dll Ton Zak Total 1 305.250.000, 34.500.000 0 0 2 34.500.000 364 7280 3 34.500.000 364 7280 180.726.000 4 34.500.000 364 7280 180.726.000 5 34.500.000 364 7280 180.726.000 6 34.500.000 364 7280 180.726.000 7 34.500.000 364 7280 180.726.000 8 34.500.000 364 7280 180.726.000 9 34.500.000 364 7280 180.726.000 10 34.500.000 364 7280 180.726.000 11 34.500.000 364 7280 180.726.000 12 34.500.000 364 7280 180.726.000 Total Dengan melihat table diatas maka keuntungan bersih pertahun tanpa dibarengi dengan peningkatan jumlah produksi dengan biaya tetap dan biaya lainnya (biaya sewa gedung, biaya listrik, biaya ATK, transport, upah kerja, kemasan dan royalty) juga tetap adalah : Rp 1.807.260.000,- pada tahun pertama.

 
Powered by Blogger