KGI-MINING KAMI MENGERTI NILAI HIDUP , PENYEDIA DOLOMIT DAN KISRIT GO GREEN

Minggu, 13 November 2016

Usaha kami

Usaha kami adalah penambangan dan pengolahan batu serpentin dan kiserite menjadi pupuk an organik

Pertama kali batuan dolomit di dipaparkan oleh mineralogis Perancis bernama Deodat de Dolomieu pada tahun 1791 di daerah Southern Alps di tempat terdapatnya. Kini pegunungan tersebut disebut dolomit. Pada saat Dolomieu menjelaskan bahwa batuan dolomit adalah seperti batu gamping, tetapi mempunyai sifat yang tidak sama dengan batu gamping, pada saat diteteskan larutan asam batuan dolomite tidak membuih. Mineral yang tidak beraksi tersebut dinamakan dolomit. Kadang-kadang dolomit disebut dengan dolostone. Pada dasarnya keterjadian dolomit dengan rumus kimianya CaMg(CO3)2 disebabkan proses leaching atau peresapan unsur magnesium dari air laut ke dalam batu gamping. Proses berubahnya mineral mejadi dolomit disebut dolomitisasi. Dan ada juga dolomit yang di endapkan dengan tersendiri sbagai evaporit. Dan secara jenis batuan dolomite merupakan batuan sedimen. Dan dalam hal kegunaannya dolomite digunakan digunakan untuk bahan refraktori, pupuk, pengisi cat, bahan imbuh (flux) dalam industri peleburan serta pemurnian. Keterdapatan dolomite di Indonesia cukup melimpah dan daerah yang memiliki keterdapatan dolomit yaitu Tamiang Hulu (Aceh), Socah (Madura), serta daerah-daerah di Jawa Timur. Dolomite Dolomit termasuk rumpun mineral karbonat, mineral dolomit murni secara teoritis mengandung 45,6% MgCO3 atau 21,9% MgO dan 54,3% CaCO3 atau 30,4% CaO. — Rumus kimia mineral dolomit dapat ditulis meliputi CaCO3.MgCO3, CaMg(CO3)2. — Kebanyakan dolomit didapatkan bersama-sama dengan batu gamping. Oleh karena itu, suatu batuan dikategorikan dolomit atau batu gamping tergantung dari besarnya kadar Mg yang menggantikan Ca. Lokasi : Daerah Istimewa Aceh: Daerah kungki aceh tenggara, Sumatera Utara: Pengoloan tapanuli selatan, Sumatera Barat: Kp. Manggis, lubuksikaping, Jawa Tengah: Pamotan, Jawa Timur: Tamperan, Kab. Pacitan, Gn. Ngaten, Gn. Ngimbang Tuban, Sekapuk, Kab. Gresik, Sedayu, Kab . Tuban, Gn. Klakak Kab. Gresik, Socah Bangkalan, G. Lengis Kab. Gresik, Pacitan Lamongan, Timor Timur: Abe pantai sekitar Gn. Sejahiro, Gn. Mer dan Tanah hitam. Genesa : Secara geologi dolomit dapat terbentuk karena proses primer maupun sekunder. 1. Secara sekunder, dolomit terjadi karena proses dolomitisasi yaitu proses perubahan mineral kalsit menjadi dolomit, selain itu dapat juga terbentuk karena diendapkan secara tersendiri sebagai endapan evaporit. Karena terjadinya dolomit dengan proses pelindihan (leaching), oleh karena itu secara stratigrafi dolomit didapatkan di bagian bawah dari satu seri dibawah batu gamping. 2. Dolomit primer berbentuk urat, yang terbentuk bersama-sama dalam jebakan bijih. Eksplorasi : — Geolistrik: menentukan sifat pembawaan atau yang disebabkan oleh medan listrik pada batuan, tergantung resistivity. — Gravimetri: didasarkan pada densitas batuan Penambangan : Teknik penambangan dolomit dapat dilakukan dengan tambang terbuka bentuk kuari dengan berdasarkan arah penambangannya digunakan tipe sisi bukit (side hill type). Pengolahan: Kegunaan : — Bahan bangunan — Sebagai kapur tohor — Bahan tahan api (refraktori) — Penggosok — Pertanian sumber : presentasi kuliah BGI

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger