.Urea Urea merupakan pupuk buatan hasil persenyawaan NH4 (ammonia) dengan CO2. Kandungan N total dalam pupuk urea adalah 46 %. Artinya setiap 100 kg Urea, di dalamnya terkandung 46 kg unsur hara N (Nitrogen). 2.SP 36 SP 36 merupakan pupuk fosfat yang berasal dari batuan fosfat yang ditambang. Kandungan unsur haranya dalam bentuk P2O5( phospat) adalah 36 %.Artinya setiap 100 kg SP36 didalamnya terkandung 36 kg unsur hara P dalam bentuk P2O5(Phospat). 3.NPK Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur hara utama lebih dari dua jenis. Dengan kandungan unsur hara Nitrogen 15 % dalam bentuk NH3, Phosfor 15 % dalam bentuk P2O5, dan Kalium 15 % dalam bentuk K2O.Artinya setiap 100 kg NPK didalamnya terkandung 15 kg unsur N dalam bentuk NH3, 15 kg Phosfor dalam bentuk P2O5 dan 15 kg Kalium dalam bentuk K2O. Perbandingan yang sering dipakai dalam pembuatan pupuk NPK ini adalah 16:16:16 artinya analisis pupuk yang dipakai adalah N = 16,P = 16,K = 16. 4.KCl Kalium klorida (KCl) merupakan salah satu jenis pupuk kalium yang juga termasuk pupuk tunggal.Kandungan unsur hara dalam pupuk KCl adalah 60% K2O.Artinya setiap 100 kg pupuk KCl didalamnya terkandung 60 kg unsur hara K2O dari total kandungan. 5.ZA Pupuk ZA adalah pupuk kimia buatan yang dirancang untuk memberi tambahan hara nitrogen dan belerang bagi tanaman. Pupuk ZA mengandung belerang(S) 24 % dan nitrogen(N) 21 %.Artinya setiap 100 kg pupuk ZA didalamnya terkandung 24 kg unsur hara S dan 21 kg unsur hara N. Perbandingan bahan dasar yang sering dipakai adalah 1:2.Artinya analisis pupuk yang digunakan yaitu S=1 dan N=2. 6.ZK Pupuk ZK adalah pupuk tunggal dengan kandungan K2O sebesar 50 %.Artinya setiap 100 kg pupuk ZK didalamnya terkandung 50 kg unsur hara K2O. 7.MgO Pupuk Magnesium atau yang lebih dikenal sebagai KIESERITE, tergolong pupuk tunggal yang manfaatnya mampu memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Kandungan unsur hara Magnesium dalam pupuk ini sebesar 30%. Artinya setiap 100 kg pupuk MgO didalamnya terkandung 30 kg unsur hara Magnesium. 8.Burat Pupuk Burat ( Na2B4O75H2O) adalah suatu bahan kimia berupa tepung yang mudah dilarutkan.Kandungan unsur hara di dalam Burat adalah 45% Boron Oksida ( B2O3) ,20% Natrium Oksida (Na2O),35 % Kadmium (Cd).Artinya setiap 100 kg pupuk burat di dalamnya terkandung 45 kg unsur hara B2O3, juga terkandung 20 kg unsur hara Na2O dan yang terakhir adalah terkandung 35 kg unsur hara Cd. 9.Pupuk Kandang Sapi Pupuk kandang sapi merupakan pupuk padat yang banyak mengandung air dan lendir.Komposisi dan kandungan pupuk kandang sapi adalah Kadar air (24,21%), Nitrogen (1,11%), Karbon Organik (18,76%), C/N Ratio (16,90%), Fospor (1,62%), dan Kalium (7,26%).Artinya setiap 100 kg pupuk kandang sapi tersebut didalamnya terkandung kadar air sebanyak 24,21% , terkandung 1,11 kg unsur hara N, terkandung 18,76 kg Karbon organik, terkandung 16,90% C/N ratio,terkandung 1,62 kg unsur hara Fospor dan yang terakhir terkandung 7,26 kg unsur hara Kalium.Dalam pembuatan pupuk kandang sapi perbandingan bahan dasar yang sering digunakan petani antara unsur hara N dan K adalah 3:1.Artinya dalam pembuatannya menggunakan analisis pupuk N= 3 dan K = 1. 10.Fertiphos Fertiphos adalah pupuk majemuk yang mengandung P2O5 ( 20% ) , MgO ( 3% ) , S ( 1% ) , B2O3 ( 0,2% ) , CaO ( 32% ).Artinya setiap 100 kg pupuk Fertiphos tersebut didalamnya terkandung 20 kg unsur hara Fosfor dalam bentuk P2O5 , 3 kg unsur hara Magnesium, 1 kg unsur hara belerang (S) , 0,2 kg unsur hara B2O3 , dan yang terakhir juga terkandung 32 kg unsur hara CaO. 11.Dolomit Dolomit merupakan zat kapur yang difungsikan sebagai pupuk yang berbentuk serbuk berwarna kekuningan.Dikenal sebagai bahan untuk menaikkan pH tanah.Dolomit adalah sumber Ca ( 32% ) dan Mg ( 18% ).Artinya setiap 100 kg pupuk dolomit tersebut terkandung 32 kg unsur hara Ca ( Kalsium ) dan 18 kg unsur hara Mg ( Magnesium ). 12.TSP Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk pertanian. TSP artinya triple super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4).Kandungan kadar P2O5 pupuk ini adalah 46%.Artinya setiap 100 kg pupuk TSP didalamnya terkandung 46 kg unsur hara P2O5. Produk yang dipasarkan adalah dolomit dengan brand DFA (Dolomite for Agriculture) yang merupakan pupuk magnesium (MgO) yang dihasilkan dari batuan dolomite berkualitas super, yang diproses pada suhu 800-1000° C untuk menghilangkan impurities dan meningkatkan ketersediaan unsur hara Mg bagi tanaman. Keunggulan Pupuk DFA adalah kemudahannya diserap oleh tanaman karena kehalusan dan kelarutannya yang tinggi, sehingga lebih efisien dan efektif bagi tanaman, serta mempunyai kemampuan untuk menurunkan atau menetralkan kemasaman tanah. DFA bisa menggantikan fungsi Kieserite dengan harga yang lebih murah. Dolomite sudah lebih dari satu dekade digunakan dihampir semua perkebunan sawit di Indonesia. Terbukti pupuk ini memberikan manfaat yang sebanding dengan Kieserit. Kegunaan DFA: Sebagai pembenah tanah; menaikkan pH tanah, mengurangi resiko keracunan Al dan Fe pada tanah masam, menyeimbangkan ketersediaan unsur hara tanah untuk tanaman, menetralkan reaksi tanah, serta mengurangi resiko keracunan Pyrit di tanah gambut. Kandungan dan Fisik DFA: Kadar MgO (%): ≥ 20 MgO larut as. Citrat (%): ≥ 16, Kadar CaO (%): ± 30. Bentuk: Powder. Ukuran: 80 & 100 mesh lolos 95%. Warna: Putih Bersih. Kadar Air (%): max 1 %. Berat Jenis: 1,25. Kemasan: @ 50 Kg/zak Kandungan-Dolomit dalampelaksanaannya baanyak tanah humus yang terbuang. Tidak dilakukannya dengan tuntas sehingga terdapat bekas daerahtambang yang dibiarkan terbuka untuk beberapa lama karena adasebagian tanah galian masih tersisa. Kesulitan penentuan lokasi penimbunan tanah penutup. Beberapa faktor penting yang saling mempengaruhi lingkungan dari kegiatan pertambangan antara lain penerapan teknologi pertambangan. Kegiatan faktor ini saling berpengaruh bukan hanya pada lingkungan diluar pertambangan dimana daya dukung menjadi berkurang, akan tetapi kegiatan penambangan akan mengalami hambatan dalam kelancaran operasinya. Reklamasi didaerah bekas tambang dilakukan dengan cara pengambilan kembali tanah penutup (top soil) ke bekas daerah penambangan kemudian dilakukan pemupukan tanah untuk mengembalikan kestabilan dan kesuburan tanah. Sehingga dapat ditanami tanaman yang lebih produktif bagi penduduk setempat, agar tata lingkungan tidak jauh berbeda dengan lingkungan sebelumnya maka dipilih bibit mahoni sebagai tanaman reklamasi. Kegiatan reklamasi akan dilakukan setelah kegiatan penambangan selesai, dalam hal ini setelah penambangan pada suatu daerah selesai dilaksanakan, dengan urutan kegiatan sebagai berikut : Pengupasan lapisan tanah penutup (top soil) dilaksanakan. Lapisan tanah penutup (top soil) tersebut dikumpulkan pada suatu tempat. Kegiatan penambangan dan pengolahan. Tailing dari proses pengolahan dimasukkan kembali pada blok yang telahditambang. Perataan tinggi daerah penambangan dengan daerah sekelilingnya yang tidak ditambang. Penyebaran lapisan tanah penutup (top soil). Penanaman dengan tanaman keras yang cocok dengan daerah tersebut. Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda 0 komentar: Poskan Komentar Link ke posting ini Buat sebuah Link BRO COAL PROJECT BRO COAL PROJECT BRO COAL PROJECT BRO COAL PROJECT powered by Ada kesalahan di dalam gadget ini GP Read more: http://ahmad-tarmizi.blogspot.com/2013/01/macam-macam-tambang.html#ixzz3OC4nbVPk


21.02
Lead Mining
0 komentar:
Posting Komentar