KGI-MINING KAMI MENGERTI NILAI HIDUP , PENYEDIA DOLOMIT DAN KISRIT GO GREEN

Senin, 14 November 2016

Olah serpentin

Olah Serpentin

Serpentin adalah sebuah lapisan mineral lattice dengan komposisi H, Mg Si, O yang terbentuk oleh proses alterasi hidrotermal dari mineral FerroMagnesian (Fe, Mg) seperti olivin, piroksen, amphibol. Mg serpentin murni bercampur dengan air kristal kurang lebih 12,9 % pada temperatur tinggi +800 derajat celcius. Pada kenyataannya serpentin dapat dilihat sebagai replacement produk dari mineral utama dan terbentuk sebagai pseudomorph yang terendapakan pada kekar/rekahan dan batuan terbuka lainnya, juga dapat terbentuk dalam massa yang sangat besar/luas. Serpentin merupakan salah satu produk dari alterasi hidrotermal olivin. Serpentin dapat di bagi menjadi 3 bentuk, yaitu : Pada kondisi statis, terbentuk fibrous chrysotile Pada kondisi tekanan, terbentuk flaky antigorite Pada kondisi pasti, terbentuk structureless serpophite Baca juga : Mineralisasi dan alterasi pada batuan metamorf Alterasi olivin umumnya dimulai disepanjang kekar-kekar yang acak di dalam kristal, dimana kristal utama teralterasi dan tergantikan menjadi pseudomorph sebagai hasil/produk alterasi. Batuan yang tersenpentinitkan umumnya lebih bersifat magnetik. Serpentinisasi dunit Serpentinisasi batuan ultramafik (dunit). Syarat-syarat terjadinya serpentinisasi dari olivin diantara adalah ; Besarnya penambahan air, Pencucian (leaching) dari magnesia (atau penambahan silika), Pelepasan unsur besi (Mg, Fe) di dalam olivin, dan Perbandingan pelepasan besi dari ferrous menjadi bagian dari ferric membentuk magnetit berbutir halus. Pada air silika bebas, olivin terubah menjadi serpentin pada temperature antara 200-5000 C. Di atas 5000 C olivin tidak akan terubah menjadi serpentin tetapi akan berubah menjadi mineral lain seperti 200-5000 C Olivin – Serpentin, 500-6250 C Olivin – Talc, 625-8000 C Olivin – Enstatite – Talc, > 8000 C Olivin – Enstatite (piroksen). MENGENAL BAHAN BAKU DOLOMITE Dolomit, salah satu variasi batu gamping, merupakan bahan baku penting yang digunakan industry gelas dan kaca lembaran, industry keramik dan porselin, industry refraktori, pupuk, dan pertanian. Dalam industry hilir pemakai, dolomite dapat digunakan, baik secara langsung dalam bentuk dikalsinasi terlebih dahulu, maupun dalam bentuk kimia dolomite. Potensi dolomite di Indonesia cukup besar dan terbesar mulai dari propinsi di Aceh hingga ke Papua dengan spesifikasi yang berbeda, sedangkan dolomit dengan kualitas baik sampai saat ini baru diketahui terdapat didaerah Sedayu dab Tuban, Jawa Timur. MENGENAL GANESA DOLOMIT Dolomite yang baru dikenal sejak tahun 1882, merupakan variasi batu gamping yang mengandung > 50% karbonat istilah dolomite pertama kali digunakan untuk batuan karbonat tertentu yang terdapat didaerah TYeolean Alpina (Pettijohn.F.J. 1956). Dolomit dapat terbentuk karena proses primer dan sekunder. Secara sekunder, dolomite umumnya terjadi kerena proses pelindian (leaching) tau peresapan unssur magnesium dari air laut kedalam batu gamping, atau yang lebih dikenal dengan proses dolomitisasi yaitu proses perubahan mineral kalsit menjadi dolomite. Selain itu dolomite sekunder dapat juga terbentuk karena diendapkan secara tersendiri sebagai endapan evaporit. Pembentukan dolomite sekunder dapat terjadi karena berbeberapa factor diantaranya adalah tekanan air yang banyak mengandung unsure magnesium dan prosesnya berlangsung dalam waktu lama. Dengan semakin tua umur batu gamping, semakin besar kemungkinan nya untuk berubah menjadi dolomite. Dolomite primerterbentuk bersama-sama dalam cebakan bijih. Mineralogy Sebagai salah satu rumpun mineral karbonat dolomite mempunyai struktuir Kristal rhombohedral yang mempunyai komposisi kimia CaMg(CaCO3)2 atau managdolomit dan berkomposisi kimia MgFe(CaCO3)2 atau ferrodolomit. Umumnya dolomite berwarna putih keabu-abuan atau kebiru-biruan dangan kekerasan lebih lunak dari batu gamping (berkisar antara 3.5 – 4) bersifat pejal, berat jenis antara 2.8 – 2.9 yang berbutir halus hingga kasar dan mempunyai sifat mudah menyerap air serta mudah dihancurkan. PENYEBARAN Tushadi (1990) menyatakan bahwa penyebaran dolomite yang cukup besar tedapat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Madura, dan Papua. Selain itu sebenarnya dolomite juga terbesar didaerah lain, namun jumlahnya relatif jauh lebih kecil dan hanya berupa lensa-lensa pada endapan batu gamping. a. Propinsi Jawa Barat Dijumpai di daerah Cibinong, Bogor yaitu dipasir Gedongan. Dolomite didaerah ini umumnya berwarna putih abu-abu dan putih, serta termasuk batu gamping dolomitan yang bersifat keras, kompak dan kristalin. b. Propinsi Jawa Tengah Dijumpai didaerah Pamotan, tepatnya sekitar 1 km di sebelah timur laut Pamotan. Cebakan daerah ini berupa batuan dolomite atau batu gamping dolomitan. c. Propinsi Jawa Timur Dijumpai dibeberapa daerah yaitu: - Di daeraqh G. Ngaten, dan G. Ngembang, Tuban yang terdapat pada bagian atau formasi batu gamping yang berumur pliosen. Cadangan dolomite denagn kandungan MgO 18,50% sebesar 9 juta M3, sedangkan dengan kandungan MgO 14,5% sebesar 3 juta m3. - Di daerah Sekapuk, endapan dolomite terdapat disebelah uatara kampong Sekapuk yang terletak antara Sedayu-Tuban. Endapan batu gamping dan dolomite didaerah ini membentuk bukit Sekapuk, Kaklak, dan Malang. Batuan dolomite didaerah ini terdapat formasi gamping berumur pliosen dengan ketebalan 50 m dan mempunyai sifat lunak serta berwarna putih. Jumlah cadangan sekitar 50 juta m3. Di daerah Pacitan, Sentul, dan Pancen umumnya batu gamping yang mengandung dolomite 4,5 – 90,4% berumur pliosen. Di daerah G. Kaklak, Tuban cebakan dolomite terdapat dalam formasi batu gamping pliosen, dengan ketebalan sekitar 35 m dan besar cadangan diperkirakan sekitar 70 juta m3. Di G. Lengis, Gresik pada umumnya batuan dolomite yang terdapat di daerah ini bersifat keras dan pejal, kompak serta kristalin. Di daerah Socah, Bangkalan Madura, yaitu sekitar 1 kmsebelah timur Socah., batuan dolomite termasuk formasi Kalibening (fasis batu gamping) yang berumur pliosen. Cebakan dolomite disini berwarna putih agak lunak dan sarang, dengan cadangan ditaksir sekitar 430 juta meter ton. d. Propinsi Sumatera Barat Dijumpai didaerah G. Kajal, analisa batu gamping yang diambil dari bongkahan lepas yang berasal dari dap[ur bakar batu gamping dekat Kajal ( antara Bukit Tinggi – Payakumbuh), diperkirakan berumur permokabron. e. Propinsi Sulawesi Selatan Dijumpai di daerah Tonasa, beberapa contoh batu gamping yang berasal dari Tonasa telah dianalisa, hasilnya menunjukkan bahwa contoh tersebut adalah dolomite yang berumur Eosen dan merupakan lensa-lensa dalam batu gamping. f. Propinsi Papua Terdapat di daerah Abe Pantai , sekitar G. Sehajiro, G. Mer, dan Tanah hitam dengan kandungan MgO = 10,7% - 21,8%, merupakn lensa-lensa dan kantong –kantong dalam batu gamping. PERTAMBANGAN 1. Eksplorasi Eksplorasi disamping bertujuan untuki menentukan jumlah cadangan juga untuk menginterprestasikan bentuk tubuh endapan, luas penyebaran, dan struktur yang dominan di daerah tersebut. Eksplorasi bahan galian industri pada umumnya lebih sederhana disbandingkan dengan untuk minerallogam, karena sebaran fisikbahan galian industry biasanya lebih mudah ditemukan. Eksplorasi biasanya dilakukan apabila penyelidikan pendahuluan memenuhi syarat untuk perencanaan penambangan. Eksplorasi batuan dolomite dilakukan bertahap . kegiatan ini dapat dilakukan dengan menggunakan cara pemboran atau sumur uji. Perhitungan cadangan dilakukan berdasarkan korelasi data pemboran dengan data geologi permukaan. 2. Penambangan Penambangan batuan dolomite di Indonesia umumnya dilakukan dengan cara tambang terbuka dengan metoda quarry. Tanah penutup (overburden) yang terdiri dari tanah liat,pasir dan koral dikupas terlebih dahulu. Pengupasan dilakukan dengan menggunakan bulldozer atau power scraper. Penambangan dilakukan dengan cara konvensional dan mekanis 3. Pengolahan Pengolahan dolomite dilakukan dengan cara yang sederhana pula. Bongkah-bongkah dolomite dari penambangan diangkut ke unit pengolahan. Kemudian bongkah-bongkah dolomite tersebut direduksi ukurannya dengan menggunakan alat pemecah batu, hasil proses ini selanjutnya digiling untuk mendapatkan dolomite yang berukuran halus (tepung) dengan ukuran tertentu yang disesuaikan dengan permintaan. 4. PEMANFAATAN Dolomite banyak dimanfaatkan baik dalam pertanian, bahan bangunan ataupun dalam industry. Dolomite banyak dimanfaatkan sebagai komoditi pada : - Industry refraktori - Dalam tungku pemanas atau pencair - Dalam pupuk digunakan unsure Mg untuk meningkatkan pH tanah - Dalam industri cat sebagai pengisi - Industri kaca, plastik, kertas - Bahan pembuat semen, sorel, sea water magnesia - Industri alkali - Pembersi air - Industri ban - Ply wood - Industri obat-obatan dan kosmetik - Campuran makanan ternak industry keramik - Bahan penggosok (abrassive) Dari sekian banyak pemanfaatannya, pemanfaatan dolomite dapat dikelompokkan menjadi 3 yakni: 1) Pemanfaatan dolomite secara langsung 2) Pemanfaatan dolomite yang telah dikalsinasi 3) Pemanfaatan kimia dolomite 4.1. Pemanfaatan dolomite secara langsung Pemanfaatan dolomite secara langsung digunakan untuk pertanian, semen klinker, mortar, klinker dolomite, penyemenan atau dempul untuk rekahan-rekahan. Pertanian Dalam sektor pertanian dolomite dipermanfaatkan entuk menaikkan pH tanah masam dan sebagai sumber magnesium . pada tanah-tanah masam unsure yang banyak terkandung adalah unsur Mg dan Fe serta kekurangan unsur Mg, yang mengakibatkan tanaman tidak dapat mengasimilasi CO2. Semen Klinker Mortar Penambahan dolomite sampai 40% terhadap semen mempercepat hidrasi semen (Soroka and Setter,1997). Butiran halus dolomite berkisar 1.150 hingga 10.300 cm2/g. umtuk membuat semen Portland, material halus dolomite ini ditambahkan dengan ratio 1:2,75 ke mortar, yang secara alamiah membentuk pasir silisius dan yaitu dolomit yang perbandingan darganya saat ini 1:6. Dempul Rekahan Selain batu gamping, dolomite atau campuran keduanya dapat juga dimanfaatkan untuk dibuat sebagai penyemen rekahan-rekahan pda kayu. Dolomit Kalsinasi 1. semen Magnesium Oksiklorida Semen ini cukup keras, tetapi tidak tahan terhadap aair. Untuk menghindarkannya dapat dilindungi dengan pemolesan dengan menggunakan terpentin. Semen ini sering digunakan sebagai material dasar. Penggunaan lainnya adalah untuk matrik penyemenan dalam berbagai variasi. Hampir keseluruhan komposisi semen ini tahan terhadap pelarut, kuat akan tekanan dan tarikan, harga besaing dan tahan terhadap api dan serangga. Diposkan oleh Marketing Pupuk di 08.28 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest 1 komentar: darwin liangga7 Agustus 2014 00.00 PT. Panji Wira Adi Perkasa adalah distributor untuk produk Kapur Pertanian (KAPTAN) SNI 02-0482-1998, Tepung Dolomite (MgO) SNI 02-2804-2005 serta Calcium Carbonate (CaCO3) yang telah terdaftar pada Dirjen Hak Cipta Paten dan Merk Departemen Kehakiman RI. Produk-produk PT. Panji Wira Adi Perkasa antara lain : 1. Kalsium Karbonat / Calcium Carbonate (CaCO3) 1.1 Type Super 1000 (Ukuran Tepung 800 Mesh) 1.2 Type Super 500 (Ukuran Tepung 400 Mesh) Aplikasi untuk : Pabrik Karet, cat, pipa PVC, sabun cream, toko chemical 1.3 Type 1000 (Ukuran Tepung 800 Mesh) 1.4 SES (Ukuran Tepung 500 Mesh) 1.5 SEK (Ukuran Tepung 400 Mesh) 1.6 SE (Ukuran Tepung 350 Mesh) 1.7 SEB (Ukuran Tepung 300 Mesh) 1.8 SEA (Ukuran Tepung 200 Mesh) Aplikasi untuk : Pabrik sabun / minyak makan, foam (busa), pipa PVC, pabrik PKS, bata ringan, tambak udang, pakan ikan 1.9 K Halus (Ukuran Tepung +/- 60-80 Mesh) 1.10 MS (Ukuran Tepung +/- 40-60 Mesh) 1.11 05/06 (Ukuran Tepung 2 MM) 1.12 04 (Ukuran Tepung 3-4 MM) 1.13 M (Ukuran Tepung +/- 40 Mesh) Aplikasi untuk : pabrik pakan ternak, pupuk campuran / kompos, pabrik keramik, pabrik genteng beton 2. KAPTAN (Kapur Pertanian) 2.1 Halus Super SNI (Ukuran Tepung 100 Mesh) 2.2 Halus SNI (Ukuran Tepung 80 Mesh) 2.3 GK (Ukuran Tepung 60 Mesh) Aplikasi untuk : perkebunan, tambak udang, toko pupuk (untuk menaikkan PH tanah yang rendah) 3. Dolomite 3.1 Dolomite Halus Super SNI (Ukuran Tepung 100 Mesh) 3.2 Dolomite HT (Ukuran Tepung 80 Mesh) 3.3 Dolomite GK (Ukuran Tepung 40-60 Mesh) Aplikasi untuk : perkebunan, tambak udang, toko pupuk Distributor: PT. Panji Wira Adi Perkasa Jl. Raya Medan - Tj. Morawa KM 14,1 Telp. 061-7940186 / 061-7944877 Fax. 061-7940185 / 061-7942246 Darwin Hp 085270676666 Pin BB 73ED48DE Factory: PT. Panji Wira Surya Mandiri Jl. Raya Medan - Tj. Morawa KM 14,1 Telp. 061-7940186 / 061-7944877 Fax. 061-7940185 / 061-7942246 Darwin Hp 085270676666 Pin BB 73ED48DE Balas Pupuk Dolomit dan Pupuk Kieserit Pupuk dolomit dan pupuk kieserit adalah pupuk magnesium yang mengandung hara MgO yang sangat diperlukan tanaman. Kedua pupuk ini akrab disapa pupuk kaptan alias kapur pertanian. Kedua pupuk ini sejatinya digunakan untuk menurunkan derajat kemasaman tanah dan untuk menyediakan beberapa unsur hara mikro pada tanah. Pupuk Dolomit Gambar Kemasan Pupuk Dolomit Pupuk kieserit adalah pupuk magnesium yang dibuat dari bahan yang disebut magnesit (MgCO3) dan brucit (Mg(OH)2). Rumus kimia dari pupuk ini adalah MgSO4.H2O. Pupuk yang memiliki nama lain magnesium sulfat omo berwujud hablur (bubuk) berwarna putih agak keabu-abuan. Pupuk kieserit bersifat sulit larut di dalam air. Kandungan pupuk kieserit terdiri dari 29% MgO, 23% Sulfur, 48% zat pembawa (carrier). Kandungan Sulfur di dalam pupuk kieserit sebetulnya menyebabkan pupuk ini kurang begitu efektif jika digunakan untuk tujuan pengapuran tanah. Pupuk dolomit adalah pupuk magnesium yang dibuat dengan cara menggiling batuan dolomit (kalsit) hasil penambangan. Rumus kimia pupuk dolomit adalah CaCO3.MgCO3. Selain memiliki kandungan MgO hingga hingga 21%, pupuk dolomit juga memiliki kandungan CaO hingga 40%. Kandungan senyawa alkali yang cukup tinggi ini membuat pupuk dolomit sangat cocok digunakan untuk tujuan menaikan pH tanah. Kelarutannya di dalam air yang cukup baik, serta ketersediaannya yang banyak menyebabkan pupuk dolomit lebih diminati oleh petani dibandingkan pupuk kieserit. Manfaat dan Fungsi Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa pupuk dolomit dan kieserit berfungsi untuk meningkatkan pH tanah pertanian yang semakin asam karena asupan berbagai jenis pupuk anorganik yang bereaksi asam seperti ZA, ZK, dan TSP. Dengan melakukan pengapuran menggunakan pupuk magnesium ini, hara posfor yang terikat oleh ion aluminium dan besi dapat terlepas sehingga bisa dimanfaatkan oleh tanaman budidaya. Pupuk ini dijual dengan harga yang cukup murah, perkilogramnya pupuk kieserit dan dolomit dijual seharga Rp. 2.000,-. Demikianlah pemaparan mengenai pupuk dolomit dan kieserit. Semoga artikel ini dapat membantu Anda sehingga Anda bersedia memberi like pada tulisan ini. Kieserite adalah bahan tambang alami dengan rumus kimia MgSO4H2O yang aslinya berupa deposit garam yang pertama sekali ditemukan di Jerman, kata Kieserite sendiri adalah nama dalam bahasa Jerman yang diberikan untuk bahan tambang tersebut. Sampai saat ini selain di Jerman, Kieserite ini sudah ditemukan di Rusia, China , dan terakhir di Aceh, tepatnya di area pegunungan Bukit Barisan yang berada dalam kawasan Kabupaten Aceh Besar – Prov. NAD. Pupuk Kieserite disebut juga dengan Pupuk Magnesium karena kandungan Mg nya yang tinggi (28% s/d 30%). Pupuk ini merupakan sedimen garam mineral dari air laut yang terkungkung, kemudian mengalami proses evaporasi dan kristalisasi selama ratusan juta tahun, besar kemungkinan daerah bukit barisan di Aceh Besar itu dulunya adalah laut. Mg untuk tumbuhan mempunyai peran penting sebagai sentral atom dari molekul Klorofil (Hijau Daun). Seperti juga bagi manusia, pada tumbuhan Mg ini berfungsi dalam proses metabolisme dan berperan sangat besar dalam meningkatkan hasil dan kualitas panen. Kekurangan Mg pada tanaman akan dapat terjadi pada musim kering yaitu pada saat radiasi sinar matahari tinggi. Tanaman yang kekurangan Mg ini dapat dilihat dari buramnya hijau daun-daun yang sudah dewasa terutama di area antara urat-urat daun. Mg sebagai nutrisi di dalam tanah dapat bersifat terbaharui atau tidak terbaharui. Tanah-tanah pertanian/perkebunan yang selama ini diberi Pupuk Kimia (Non-Organik), maka zat-zat tanahnya (hara) menjadi keras, tanah tersebut menjadi rusak dan tidak lagi bisa mengirimkan nutrisi yang cukup ke tanaman yang tumbuh di atasnya. Kieserite adalah jawaban dari persoalan tersebut, karena Kieserite ini mampu mengurai kembali residu-residu tanah atau memperbaiki sifat-sifat kimia tanah, diantaranya meningkatkan kandungan Mg dalam tanah yang mampu meningkatkan pH tanah, sekaligus meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, akibatnya adalah hara mikro tanah yang terikat liat dapat dilepaskan secara perlahan, sehingga supplay nutrisi ke tanaman tercukupi kembali, dan akhirnya tanaman tersebut dapat memberikan hasil sebagaimana diharapkan. Secara keseluruhan, keunggulan Pupuk Kieserite ini adalah: 1 100% bersifat alamiah 2 Efisien dan mudah larut dalam tanah 3 Kelebihan dalam pemakaian tidak meracuni tanah dan tidak merusak struktur tanah CV. SUMATERA ALAM RAYA Jalan Raya Pekanbaru - Duri KM 71 - Kandis HP. 08126534428

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger