Proses pengolahan batu ketak atau batu kapur dibagi menjadi 2 tahap: 1. Proses Peledakan Persiapan Penambangan, bertujuan untuk menyiapkan laha agar siap ditambang. Pembersihan Permukaan Kerja , adalah pekerjaan untuk mebersihkan permukaan kerja dari tumbuhan diatasnya dengan menggunakan tenaga manusia. Pertambangan ialah suatu rangkaian kegiatan mulai dari kegiatan penyelidikan bahan galian sampai dengan pemasaran bahan galian. secara umum tahapan kegiatan pertambangan terdiri dari Penyelidikan Umum (Prospeksi), Eksplorasi, Penambangan, Pengolahan, Pengangkutan, dan Pemasaran. 1. Penyelidikan Umum (Prospeksi) Prospeksi merupakan kegiatan penyelidikan, pencarian, atau penemuan endapan-endapan mineral berharga. Atau dengan kata lain kegiatan ini bertujuan untuk menemukan keberadaan atau indikasi adanya bahan galian yang akan dapat atau memberikan harapan untuk diselidiki lebih lanjut. Jika pada tahap prospeksi ini tidak ditemukan adanya cadangan bahan galian yang berprospek untuk diteruskan sampai ke tahapan eksplorasi, maka kegiatan ini harus dihentikan. Apabila tetap diteruskan akan menghabiskan dana secara sia-sia. Sering juga tahapan prospeksi ini dilewatkan karena dianggap sudah ditemukan adanya indikasi atau tanda-tanda keberadaan bahan galian yang sudah langsung bisa dieksplorasi. Metoda prospeksi antara lain tracing float dan pemetaan geologi dan bahan galian. metode tracing float ini digunakan terutama pada anak sungai, yang lebih mudah dilakukan pada musim kemarau. Metode ini dilakukan untuk mencari atau menemukan float bahan galian yang diinginkan, yang berasal dari lapukan zone mineralisasi yang melewati lereng bukit atau terpotong anak sungai dan terhanyutkan oleh aliran sungai. Dengan melakukan tracing float dari arah hilir ke hulu sungai, maka bisa diharapkan untuk menemukan adanya zone mineralisasi yang tersingkap pada arah hulu sungai. Pada metode ini litologi setempat sebagian besar sudah diketahui. Kedua, metode pemetaan geologi dan bahan galian. Metode ini dilakukan apabila litologi setempat pada umumnya tidak diketahui, atau diperlukan data yang rinci lagi. 2. Eksplorasi Eksplorasi merupakan kegiatan yang dilakukan setelah prospeksi atau setelah endapan suatu bahan galian ditemukan yang bertujuan untuk mendapatkan kepastian tentang endapan bahan galian yang meliputi bentuk, ukuran, letak kedudukan, kualitas (kadar) endapan bahan galian serta karakteristik fisik dari endapan bahan galian tersebut. Selain untuk mendapatkan data penyebaran dan ketebalan bahan galian, dalam kegiatan ini juga dilakukan pengambilan contoh bahan galian dan tanah penutup. Tahap ekplorasi ini juga sangat berperan pada tahan reklamasi nanti, melalui eksplorasi ini kita dapat mengetahui dan mengenali seluruh komponen ekosistem yang ada sebelumnya. A. Metode eksplorasi Setelah diketahui terdapatnya bahan galian di suatu daerah dalam kegiatan prospeksi, yang mempunyai prospek untuk dilakukan kegiatan selanjutnya, maka dilakukanlah eksplorasi dengan metode atau cara antara lain sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui penyebaran secara lateral dan vertical dapat dilakukan dengan cara membuat parit uji, sumur uji, pembuatan adit dam pemboran inti. 2. Untuk mengetahui kualitas bahan galian, diambil contoh bahan galian yang berasal dari titik percontohan dan dianalisis di laboratorium. 3. Pada beberapa jenis bahan galian juga dapat dilakukan beberapa penyelidikan geofisik seperti seismic, SP, IP dan resistivity. 4. Setelah titik percontohan yang dibuat dianggap cukup memadai untuk mengetahui penyebaran lateral dan vertical bahan galian, maka dibuat peta penyebaran cadangan bahan galian dan dilakukan perhitungan cadangan bahan galian. 5. Selain dari itu, juga kadang-kadang diperlukan analisis contoh batuan yang berada di lapisan atas atau bawah bahan galian untuk mengetahui sifat-sifat fisik dan keteknikannya. B. Tahapan Eksplorasi Tahapan-tahapan eksplorasi secara umum ada dua, yaitu eksplorasi awal atau pendahuluan dan eksplorasi detil. Penjelasan tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut, · Tahap Eksplorasi Pendahuluan Dalam tahap eksplorasi pendahuluan ini tingkat ketelitian yang diperlukan masih kecil sehingga peta-peta yang digunakan dalam eksplorasi pendahuluan juga berskala kecil 1 : 50.000 sampai 1 : 25.000. Adapun langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini adalah : a. Studi Literatur Dalam tahap ini, sebelum memilih lokasi-lokasi eksplorasi dilakukan studi terhadap data dan peta-peta yang sudah ada (dari survei-survei terdahulu), catatan-catatan lama, laporan-laporan temuan dll, lalu dipilih daerah yang akan disurvei. Setelah pemilihan lokasi ditentukan langkah berikutnya, studi faktor-faktor geologiregional dan provinsi metalografi dari peta geologi regional sangat penting untuk memilih daerah eksplorasi, karena pembentukan endapan bahan galian dipengaruhi dan tergantung pada proses-proses geologi yang pernah terjadi, dan tanda-tandanya dapat dilihat di lapangan. b. Survei Dan Pemetaan Jika peta dasar (peta topografi) dari daerah eksplorasi sudah tersedia, maka survei dan pemetaan singkapan (outcrop) atau gejala geologi lainnya sudah dapat dimulai (peta topografi skala 1 : 50.000 atau 1 : 25.000). Tetapi jika belum ada, maka perlu dilakukan pemetaan topografi lebih dahulu. Kalau di daerah tersebut sudah ada peta geologi, maka hal ini sangat menguntungkan, karena survei bisa langsung ditujukan untuk mencari tanda-tanda endapan yang dicari (singkapan), melengkapi peta geologi dan mengambil conto dari singkapan-singkapan yang penting. Selain singkapan-singkapan batuan pembawa bahan galian atau batubara(sasaran langsung), yang perlu juga diperhatikan adalah perubahan/batas batuan, orientasi lapisan batuan sedimen (jurus dan kemiringan), orientasi sesar dan tanda-tanda lainnya. Hal-hal penting tersebut harus diplot pada peta dasar dengan bantuan alat-alat seperti kompas geologi, inklinometer, altimeter, serta tanda-tanda alami seperti bukit, lembah, belokan sungai, jalan, kampung, dll. Dengan demikian peta geologi dapat dilengkapi atau dibuat baru (peta singkapan). Tanda-tanda yang sudah diplot pada peta tersebut kemudian digabungkan dan dibuat penampang tegak atau model penyebarannya (model geologi). Dengan model geologi hepatitik tersebut kemudian dirancang pengambilan conto dengan cara acak, pembuatan sumur uji (test pit), pembuatan paritan (trenching), dan jika diperlukan dilakukan pemboran. Lokasi-lokasi tersebut kemudian harus diplot dengan tepat di peta (dengan bantuan alat ukur, teodolit, BTM, dll.). Dari kegiatan ini akan dihasilkan model geologi, model penyebaran endapan, gambaran mengenai cadangan geologi, kadar awal, dll. dipakai untuk menetapkan apakah daerah survei yang bersangkutan memberikan harapan baik (prospek) atau tidak. Kalau daerah tersebut mempunyai prospek yang baik maka dapat diteruskan dengan tahap eksplorasi selanjutnya. · Tahap Eksplorasi Detail Setelah tahapan eksplorasi pendahuluan diketahui bahwa cadangan yang ada mempunyai prospek yang baik, maka diteruskan dengan tahap eksplorasi detail (White, 1997). Kegiatan utama dalam tahap ini adalah sampling dengan jarak yang lebih dekat (rapat), yaitu dengan memperbanyak sumur uji atau lubang bor untuk mendapatkan data yang lebih teliti mengenai penyebaran dan ketebalan cadangan (volume cadangan), penyebaran kadar/kualitas secara mendatar maupun tegak. Dari sampling yang rapat tersebut dihasilkan cadangan terhitung dengan klasifikasi terukur, dengan kesalahan yang kecil (<20%), sehingga dengan demikian perencanaan tambang yang dibuat menjadi lebih teliti dan resiko dapat dihindarkan. Pengetahuan atau data yang lebih akurat mengenai kedalaman, ketebalan, kemiringan, dan penyebaran cadangan secara 3-Dimensi (panjang-lebar-tebal) serta data mengenai kekuatan batuan sampling, kondisi air tanah, dan penyebaran struktur (kalau ada) akan sangat memudahkan perencanaan kemajuan tambang, lebar/ukuran bahwa bukaan atau kemiringan lereng tambang. Juga penting untuk merencanakan produksi bulanan/tahunan dan pemilihan peralatan tambang maupun prioritas bantu lainnya. · Studi Kelayakan Merupakan tahapan akhir dari rentetan penyelidikan awal yang dilakukan sebelumnya sebagai penentu apakah kegiatan penambangan endapan bahan galian tersebut layak dilakukan atau tidak. Dasar pertimbangan yang digunakan meliputi pertimbangan teknis dan ekonomis dengan teknologi yang ada pada saat ini, dan dengan memperhatikan keselamatan kerja serta kelestarian lingkungan hidup. Bila tidak atau belum layak maka data tersebut diarsipkan. 3. Perencanaan Tambang Perencanaan tambang akan dilakukan apabila sudah ditemukan adanya cadangan bahan galian yang sudah layak untuk ditambang, dengan tingkat cadangan terukur. Seperti kita ketahui bahwa cadangan itu diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu pertama, cadangan terukur merupakan cadangan dengan tingkat kesalahan maksimal 20% dan pada cadangan teukur ini telah dilakukan pengeboran untuk pengambilan sampel. Kedua, cadangan terindikasi, merupakan cadangan dengan bahan galian dengan tingkat kesalahan 40% dan belum ada dilakukan pengeboran. Ketiga, cadangan tereka, merupakan cadangan dengan tingkat kesalahan 80% dan belum dilakukan pengeboran. Apabila tahap telah sampai pada tahap perencanaan tambang. Berarti cadangan bahan galiannya telah sampai pada tingkat cadangan terukur. Perencanaan tambang dilakukan untuk merencanakan secara teknis, ekonomi dan lingkungan kegiatan penambangan, agar dalam pelaksanaan kegiatannya dapat dapat dilakukan dengan baik, aman terhadap lingkungan. 4. Persiapan/Konstruksi Persiapan/konstruksi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mempersiapkan fasilitas penambangan sebelum operasi penambangan dilakukan. Pekerjaan tersebut seperti pembuatan akses jalan tambang, pelabuhan, perkantoran, bengkel, mes karyawan, fasilitas komunikasi dan pembangkit listrik untuk keperluan kegiatan penambangan, serta fasilitas pengolahan bahan galian. 5. Penambangan Penambangan bahan galian dibagi atas tiga bagian yaitu tambang terbuka, tambang bawah tanah dan tambang bawah air. Tambang terbuka dikelompokan atas quarry strip mine, open cut, tambang alluvial, dan tambang semprot. Tambang bawah tanah dikelompokkan atas room and pillar, longwall, caving, open stope, supported stope, dan shrinkage. System penambangan dengan menggunakan kapal keruk dapat dikelompokkan menjadi tambang bawah air, walaupun relative dangkal. a. Metoda tambang terbuka Tambang terbuka secara umum didefinisikan sebagai kegiatan penambangan bahan galian yag berhubungan langsung dengan udara luar. Terdapat tahapan umum dalam kegiatan penambangan terbuka yaitu pembersihan lahan, pengupasan tanah pucuk dan menyimpannya di tempat tertentu, pembongkaran dan penggalian tanah penutup (overburden) dengan menggunakan bahan peledak ataupun tanpa bahan peledak dan memindahkannya ke disposal area, penggalian bahan galian atau eksploitasi, dan membawanya ke stockpile untuk diolah dan dipasarkan serta melakukan reklamasi lahan bekas penambangan (pembahasan selanjutnya). b. Tambang Bawah Tanah Tambang bawah tanah secara umum didefinisikan sebagai tambang yang tidak berhubungan langsung dengan udara luar. Terdapat beberapa tahapan dalam tambang bawah tanah yaitu, pembuatan jalan utama (main road), pemasangan penyangga (supported), pembuatan lubang maju untuk produksi, ventilasi, drainase, dan fasilitas tambang bawah tanah lainnya. Setelah itu melakukan operasional penambangan bawah tanah dengan atau tanpa bahan peledak dan kemudian membawa bahan galian ke stock pile untuk diolah dan dipasarkan. c. Tambang bawah air Tambang bawah air ialah metode penambangan di bawah air yang dilakukan untuk endapan bahan galian alluvial, marine dangkal dan marine dalam. Pralatan utama penambangan bawah air ini ialah kapal keruk. Secara umum, penambangan adalah kegiatan penggalian terhadap bahan tambang yang kemudian untuk dilakukan pengolahan dan pemasaran. Pada tahap ini kegiatannya terdiri dari pembongkaran/penggalian, pemuatan ke dalam alat angkut, dan pengankutan ke fasilitas pengolahan maupun langsung dipasarkan apabila tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu. 6. Pengolahan Bahan galian yang sudah selesai ditambang pada umumnya harus diolah terlebih dahulu di tempat pengolahan. Hal ini disebabkan antar lain oleh tercampurnya pengotor bersama bahan galian, perlu spesifikasi tertentu untuk dipasarkan serta kalau tidak diolah maka harga jualnya relative lebih rendah jika dibandingka dengan yang sudah diolah, dan bahan galian perlu diolah agar dapat mengurangi volume dan ongkos angkut, mningkatkan nilai tambah bahan galian, dan untuk mereduksi senyawa-senyawa kimia yang tidak dikehendaki pabrik peleburan. Cara Pengolahan bahan galian secara garis besar dapat dibagi atas pengolahan secara fisika, secara fisika dan kimia tanpa ekstraksi metal, dan pengolahan secra fisika dan kimia dengan ekstraksi metal. Pengolahan bahan galian secara fisika ialah pengolahan bahan galian dengan cara memberikan perlakuan fisika seperti peremukan, penggerusan, pencucian, pengeringan, dan pembakaran dengan suhu rendah. Contoh yang tergolong pengolahan ini seperti pencucian batu bara. Yang kedua pengolahan secara fisika dan kimia tanpa ekstraksi metal, yaitu pengolahan dengan cara fisika dan kimia tanpa adanya proses konsentrasi dan ekstraksi metal. Contohnya, pengolahan batu bara skala rendah menggunakan reagen kimia. Ketiga, pengolahan bahan galian secara fisika dan kimia dengan ekstraksi metal, yaitu pengolahan logam mulia dan logam dasar. 7. Pemasaran Jika bahan galian sudah selesai diolah maka dipasarkan ke tempat konsumen. Antara perusahaan pertambangan dan konsumen terjalin ikatan jual beli kontrak jangka panjang, dan spot ataupun penjualan sesaat. Pasar kontrak jangka panjang yaitu pasar yang penjualan produknya dengan kontrak jangka panjang misalnya lebih dari satu tahun. Sedangkan penjualan spot, yaitu penjualan sesaat atau satu atau dua kali pengiriman atau order saja. 8. Reklamasi Reklamasi merupakan kegiatan untuk merehabilitasi kembali lingkungan yang telah rusak baik itu akibat penambangan atau kegiatan yang lainnya. Reklamasi ini dilakukan dengan cara penanaman kembali atau penghijauan suatu kawasan yang rusak akibat kegiatan penambangan tersebut. Reklamasi perlu dilakukan karena Penambangan dapat mengubah lingkungan fisik, kimia dan biologi seperti bentuk lahan dan kondisi tanah, kualitas dan aliran air, debu, getaran, pola vegetasi dan habitat fauna, dan sebagainya. Perubahan-perubahan ini harus dikelola untuk menghindari dampak lingkungan yang merugikan seperti erosi, sedimentasi, drainase yang buruk, masuknya gulma/hama/penyakit tanaman, pencemaran air permukaan/air tanah oleh bahan beracun dan lain-lain. Dalam kegiatan reklamasi terdiri dari dua kegiatan yaitu Pemulihan lahan bekas tambang untuk memperbaiki lahan yang terganggu Ekologinya, dan Mempersiapkan lahan bekas tambang yang sudah diperbaiki ekologinya untuk pemanfaatannya selanjutnya. Kategori:Kegiatan Penambangan Tag:penambangan, penambangan batubara, proses penambangan, proses penambangan batubara, proses penambangan yang benar, proses penambangan yang lengkap, tahapan kegiatan penambangan, tahapan penambangan Mengenal Tahapan Proses Penambangan Batubara Juni 20, 2012 Nanda dc Tinggalkan komentar Proses Penambangan Batubara Banyak hal yang menarik dalam pelaksanaan acaraShort Course Akuntansi Pertambangan kemarin (19-20/11). Finance Manager PT. Tunas Inti Abadi (TIA), Ilham Nugraha yang juga alumni Asisten Lab Akuntansi UMM angkatan 2001, banyak bercerita tentang bagaimana proses awal mula mutiara hitam atau yang biasa kita kenal dengan bahan mineral batubara yang berada di ratusan bahkan ribuan meter di dalam tanah sampai bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi yang dapat diproduksi masal dan berbiaya ekonomis. BBtahapan penambangan batubara pengangkutan batubara Agar dapat memahami lebih jauh karakteristik pertambangan maka kita harus mengetahui tahap-tahap dalam kegiatan pertambangan. “Tahapan dalam akuntansi pertambangan bisa dihitung dengan lima jari”, gurau llham sambil mengangkat tangan kirinya. Tahapan-tahapan tersebut, lanjut Ilham, diawali dengan perusahaan melakukan eksplorasi. Pada tahapan ini, perusahaan mencari dahulu sumber-sumber mineral yang layak untuk dapat dieksploitasi secara komersial, yaitu dengan cara melakukan penyelidikan umum, mengurus surat perizinan dan administrasi kepada pejabat pemerintahan daerah setempat, melakukan study topografi, geologi, geokimia, dan geofisik dari interest areaserta melakukan proses drilling, trenching dan sampling. Tahapankedua adalah tahapan evaluasi. Pada tahapan ini perusahaan harus memperhitungkan secara teknis dan komersial kemungkinan dari interest area yang dimaksud untuk ditambang, yaitu dengan cara menghitung dan menilai kualitas cadangan mineral, meneliti model dan menilai proses penambangan mana yang paling ekonomis dalam setiap interest area, melakukan survey moda transportasi, infrastruktur, dan studi pasar dan keuangan. Tahap ketiga adalah persiapan berbagai infrastruktur dan struktur yang akan memungkinkan terjadinya proses penambangan, proses delivery hasil tambang ke titik penjualan dan proses penjualan untuk dapat dilakukan, dimana didalam tahapan ini perusahaan harus melakukan proses-proses seperti proses pembentukan muka bumi secara permanen. “konstruksi jalan, jalur pengangkutan dan terowongan, konstruksi fasilitas pendukung,land clearing, serta pengupasan lapisan tanah pucuk awal dilakukan pada tahapan ini”, jelas alumni Akuntansi UMM asal Jakarta ini. Pada tahap keempat perusahaan melakukan tahapan produksi yang dilakukan setiap hari untuk mengeluarkan cadangan mineral menjadi hasil tambang, mengangkut hasil tambang ke titik penjualan dan mengirimkan hasil tambang. Dalam proses ini termasuk juga proses pemurnian, pencucian, atau pengolahan lanjutan dari mineral hingga mencapai tahap siap jual. Secara umum, jelas Ilham, dalam tahapan produksi ini perusahaan melakukan pengupasan lapisan tanah yang tertutup, melakukan ekstraksi mineral, pengangkutan mineral, perawatan jalan produksi, pengelolaan stockpile, pencucian/pengolahan lanjutan mineral, loading (yaitu proses transfer hasil tambang dari stockpile ke moda transportasi yang digunakan untuk distribusi). Tahap terakhir, tutu Ilham, perusahaan harus melakukan penutupan atas tambang dan mengembalikan kondisi area yang ditambang menjadi mendekati kondisi sebelum dilakukan penambangan. “Untuk keperluan proses penutupan tambang ini perusahaan diwajibkan untuk membuat rencana kerja penutupan tambang (RKPT) yang biasanya sudah harus disiapkan perusahaan ditahap awal proses produksi” ungkap bapak 1 putri ini. Mengenal Tahapan Proses Penambangan Ilham juga mengungkapkan bahwa perkembangan terkini industri pertambangan yang ada di Indonesia menempati peringkat ke-5 untuk produksi batubara terbesar di dunia dengan rataan produksi mencapai 123 juta MT/tahun. Padahal di Indonesia sendiri memiliki cadangan batubara terkira sebanyak 147,66 MT dan cadangan terukur mencapai 20,99 miliar ton. “Dengan melihat perbandingan cadangan batubara dan produksi tahunan batubara di Indonesia, peluangnya masih besar. Yang itu artinya juga peluang bagi sarjana Akuntansi untuk berkiprah di industri pertambangan” pungkasnya. Sumber: http://lab-akuntansi.umm.ac.id/en/umm-news-2337-mengenal-tahapan-proses-penambangan-batubara.html Kategori:Kegiatan Penambangan Tag:batubara, cara menambang batubara, cara menambangan batubara terbaru, cara penmabangan batubara, eksploitasi batubara, menambanga batubara, mengenal proses penambangan batu bara, mengenal proses penambangan batubara, mengenal tahapan penambangan, mengenal tahapan proses penambangan batubara, penambangan, penambangan batubara, proses penambangan, proses penambangan batubara, proses penambangan batubara yang benar, tahapan-tahapan dalam menambanga batuabata, teknik penmabangan batubara Tahapan dalam Eksplorasi Penambangan Mei 14, 2011 Nanda dc 2 komentar Sebagai mahasiswa teknik pertambangan sudah barang tentu kita harus mengetahui apa saja dan bagaimana saja proses-proses, tahapan-tahapan serta persiapan apa saja yang harus dan wajib ada. Dalam rangka menyelesaikan tugas yang dibebankan oleh bapak dosen kita, Bpk Ansosri MT, saya mencoba untuk membantu teman-teman semua, apabila ada yang merasa kesulitan dalam menemukan referensi. Kerja sama memang perlu dalam segala hal, saya mencoba untuk memabgikan pengalaman atau pun bahan bacaan untuk teman-teman semua. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam proses penambangan, selamat membaca kawan. Mungkin kita sama-sama tahu, kalau seandainya semua persiapan, seperti pendanaan, tim ahli, tenaga kerja ( seperti kita-kita ini) dan lain-lain, maka proses selanjutnya yang bisa dilakukan adalah ekplorasi, untuk lebih jelasnya ayo kita diskusikan. Tahap Eksplorasi Dalam Penambangan Tahapan Eksplorasi adalah tahapan yang kedua dilakukan dalam proses penambangan bahan galian setelah tahapan Prospeksi. Disini Akan dibahas lebih lanjut tentang definisi Eksplorasi. Materi juga diambil dari makalah yang saya buat dan bersumber dari internet, PENGERTIAN EKSPLORASI Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Eksplorasi adalah Penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak tentang keadaan, terutama sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu; penyelidikan;penjajakan. Menurut situs Wikipedia berbahasa Inodenisia (id.wikipedia.org) Eksplorasi adalah tindakan atau mencari atau melakukan perjalanan dengan tujuan menemukan sesuatu; misalnya daerah yang tak dikenal, termasuk antariksa (penjelajahan angkasa), minyak bumi (explorasi minyak bumi), gas alam, batu bara, mineral, gua, air, ataupun informasi. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) Eksplorasi adalah kegiatan penyelidikan geologi yang dilakukan untuk mengidentifikasi,menetukan lokasi, ukuran, bentuk, letak, sebaran, kuantitas dan kualitas suatu endapan bahan galian untuk kemudian dapat dilakukan analisis/kajian kemungkinan dilakukanya penambangan. Dari ke-tiga pengertian tentang eksplorasi diatas, dapat disimpulkan bahwa Eksplorasi adalah suatu kegiatan lanjutan dari prospeksi yang meliputi pekerjaan-pekerjaan untuk mengetahui ukuran,bentuk, posisi, kadar rata-rata dan esarnya cadangan serta “studi kalayakan” dari endapan bahan galian atau mineral berharga yang telah diketemukan Sedangkan Studi Kelayakan adalah pengkajian mengenai aspek teknik dan prospek ekonomis dari suatu proyek penambangan dan merupakan dasar keputusan investasi. Kajian ini merupakan dokumen yang memenuhi syarat dan dapat diterima untuk keperluan analisa bank/lembaga keungan lainnya dalam kaitannya dengan pelaksanaan investasi atau pembiayaan proyek. Studi ini meliputi Pemeriksaanseluruh informasi geologi berdasarkan lkaporan eksplorasi dan factor-faktor ekonomi, penambangan, pengolahan, pemasaran hokum/perundang-undangan, lingkungan, social serta factor yang terkait. II. TUJUAN EKSPLORASI Tujuan dilakukannya eksplorasi adalah untuk mengetahui sumber daya cebakan mineral secara rinci, yaitu unutk mengetahui,menemukan, mengidentifikasi dan menentukan gambaran geologi dam pemineralaran berdasarkan ukuran, bentuk, sebaran, kuantitaas dan kualitas suatu endapan mineral unruk kemudian dapat dilakukan pengembangan secara ekonomis. III. TAHAPAN EKSPLORASI Tahap Eksplorasi dilaksanakan melalui empat tahap,yakni : Survei tinjau , yaitu kegiatan explorasi awal terdiri dari pemetaan geologi regional, pemotretan udara,citra satelit dan metode survey tidak langsung lainnya untuk mengedintifikasi daerah-derah anomial atau meneraliasasi yang proespektif untuk diselifdiki lebih lanjut. Sasaran utama dari peninjauan ini adalah mengedintifikasi derah-daerah mineralisasi/cebakan skala regional terutama hasil stud geologi regional dan analisis pengindraan jarak jauh untuk dilakukannya pekerjaan pemboran. Lebih jelasnya, pekerjaan yang dilakukan pada tahapan ini adalah : Pemetaan Geologi dan Topografi skala 1 : 25.000 samapai skala 1 : 10.000. Penyelidikan geologi yang berkaitan dengan aspek-aspek geologi diantaranya : pemetaan geologi,parit uji, sumur uji. Pada penyelidikan geologi dilakukan pemetaan geologi yaitu dengan melakukan pengamatan dan pengambilan contoh yang berkaitan dengan aspek geologi dilapangan. Adapun pengamatan yang dilakukan meliputi : jenis litologi, mineralisasi, ubahan dan struktur pada singkapan, sedangkan pengambilan contoh berupa batuan terpilih. Pembuatan Sumur Uji Survey geofisika : aerimagnet Hasisnya sumber daya emas hipotetik sampai tereka. Prospeksi Umum, dilakukan untuk mempersempit dearah yang mengandung cebakan mineral yang potensial. Kegiatan Penyelidikan dilakukan dengan cara pemetaan geologi dan pengambilan contoh awal, misalnya puritan dan pemboran yang terbatas, study geokimia dan geofisika, yang tujuanya adalah untuk mengidentifikasi suatu Sumber Daya Mineral Tereka (Inferred Mineral Resources) yagn perkiraan dan kualitasnya dihitung berdasarkan hasil analisis kegiatan diatas. Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap Survei Tinjau. Cakupan derah yang diselidikii lebih keci dengan skala peta antara 1 : 50.000 sampai dengan 1 : 25.000. Data yang didapat meliputi morfologi (topografi) dan kondisi geologi (jenis batuan/startigrafi dan struktur geollogi yang berkembang). Pengambilan contoh pada derah prospek secara alterasi dan mineralisasi dilakukan secara sistematis dan terperinci untuk analisa laboratorium, sehinga dapat diketahui kadar/kualitas cebakan mineral suatu daerah yang akan dieksplorasi. Exsplorasi awal, yaitu deliniasi awal dari suatu endapan yang teredintifikasi. Exsplorasi rinci, yaitu tahap explorasi untuk mendeliniasi secara rinci dalam tiga dimensi terhadap endapan mineral yang telah diketahui dari dari percontohan singkapan,puritan, lubang bor, shafts, dan terowongan. Pada dasarnya pekerjaan yang dilakukan pada tahapan Exsplorasi adalah : Pemetaan geologi dan topografi skala 1 : 5000 sampai 1 : 1000 Pengambilan contoh dan analisis contoh Penyelidikan geofisika, yaitu penyelidikan yang berdasarkan sifat fisik batuan, untuk dapat mengetahui struktur bawah permukaan sefrta geometri cebakan mineral. Pada survey ini dilakukan pengukuran topografi, IP, Geomangit, Geolistrik. Pemboran Inti Hasilnya sumber daya bijih emas terunjuk dan terukur. IV. PROGRAM EKSPLORASI Agar eksplorasi dapat dilaksanakan dengan efisien, ekoomis, dan tepat sasaran, maka diperlukan perencanaan berdasarkan prinsip-prinsip dan konsep-konsep dasar eksplorasi sebelum program eksplorasi tersebut dilaksanakan. Prinsip-prinsip konsep dasar eksplorasi tersebut antara lain: Target eksplorasi Jenis bahan galian (spesifikasi kulitas Pencarian model-model geologi yang sesuai Pemodelan eksplorasi Mengunakan model geologi regional untuk pemilihan daerah target eksplorasi Menentukan midel geologi local berdasarkan keadaan lapangan, dan mendeskripsikan petunjuk-petunjuk geologi yang akan di mamfaatkan. Penentuan metode –metode eksploarasi yang akan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk geologi yang diperlukan. Selain itu, perencanaan program eksplorasi tersebut harus memenehui kaidah-kaidah dasar dan perancangan (desain) yaitu : Efektif ; penggunaan alat, individu, dan metode harussesuai dengan keadaan geologi endapan yang dicari. Efesien ; dengan menggunakan prinsip dasar ekonomi yaitu dengan biaya serendah-rendahnya untuk memperoleh hasil yang sebesarnya-besarnya. Cost-benifical ; hasil yang diperoleh dapat digunakan (bankable) Sekian dulu yo dari awak tentang tahapan ekplorasi, kalau dak salah bapak nyuruh 3 lembar cumakan. Nanti aku tambahin lagi tetang proses selanjutnya. Hidup Tambang. . . .! ! ! ! Kategori:Uncategorized Tag:batu bara, batubara, cara penambangan yang ramah lingkungan, dampak penambangan, ekplorasi, freeport, freeport indonesia, gambar ekplorasi, konsep dasar dalam menambang, langkah langkah ekplorasi, langkah langkah penambangan yang aman, persiapan ekplorasi, persiapan penambangan, proses penambangan, tahap penambangan yang benar, tahap tahap ekplorasi, tahap tahap penambangan, tahapan ekplorasi, tahapan penambangan, tambang batu bara, tambang bawah tanah, tambang emas, tambang ramah lingkungan, tambang yang baik, tambang yang ramah, teknik dalam ekplorasi, tmabang yang aman Pengupasan Lapisan Tanah Menutup: tebal tanah penutup sekitar 50 cm yang merupakan tanah subur yang dapat ditanami tanaman palawija yang terdapat pada cekungan kecil diantara tonjolan batu ketak tersebut harus diratakan supaya paling tidak alat berat penambangan seperti alat angkut dapat naik ddan berjalan dengan aman. 2. Penambangan Penambangan dilakukan dengan tambang terbuka dengan system guary (berjenjang). Pekerjaan penambangan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut. PEMBONGKARAN Bertujuan untuk melepaskan batu dari dari bantuan induknya, pembongkaran ini dilakukan dengan cara peledakan dengan bahan peledak yang digunakan adalah ANFO (Amonium Nitrat Fuel Oil), Dinamit Dimotin serta detonator dengan delay. Urutan dari kegiatan Peledakan sebagai berikut Membuat lubang peledak Merakit bahan peledak Memasukan ANFO ke lubang ledak Pemeriksaan keseimbangan rangkaian peledakan Pelaksanaan peledakan Pemeriksaan peledakan. Untuk pemecahan selanjutnya digunakan alat Jackpick Hammer, agar ukuran batu gamping tersebut dapat mempermudah proses pemuatan. PEMUATAN (LOADING) Alat yang digunakan adalah Dump truck sebanyak 15 unit yang untuk selanjutnya dibawa ketempat pengolahan.


23.29
Lead Mining
0 komentar:
Posting Komentar